Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Pandemi Covid-19 telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Berbagai upaya pun dilakukan agar penularannya dapat dihentikan.
Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menggambarkan daftar faktor yang menyebabkan seseorang rentan terinfeksi Covid-19. Salah satunya adalah penggunaan zat hirup melalui rokok atau vape.
Risiko terinfeksi gejala Covid-19, lebih rentan pada pengguna vape dalam usia muda. Tim peneliti sebuah studi mengatakan hampir satu dari tiga orang dewasa muda berusia 18 hingga 25 tahun di AS berada pada risiko tinggi terkena gejala Covid-19.

Merokok dan vaping sama-sama menyebabkan cedera paru-paru yang berbahaya. Penggunaan zat dalam rokok dan vape juga dapat melemahkan sistem kekebalan.
Sebuah studi baru-baru ini menemukan remaja dan dewasa muda yang merokok dan vaping lima kali lebih besar berisiko Covid-19.
Tidak seperti faktor lain, merokok dan vaping secara inheren meningkatkan risiko penularan. Keduanya melibatkan hembusan napas secara paksa. Yang dapat mendorong tetesan pembawa partikel virus.
Gabungan faktor ini menimbulkan ancaman nyata ditempat-tempat berkumpul anak muda. Bahkan didalam perguruan tinggi dan universitas.

Anak muda cenderung melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam mengendalikan situasi saat ini. Menganggap diri tidak terkalahkan.
Tetapi kecenderungan yang sama justru dapat menyebabkan masalah selama pandemi. Pernyataan bahwa anak muda lebih aman dari Covid-19 nyatanya tidak akurat.
Menurut laporan awal dari CDC, satu dari lima orang berusia 20 hingga 44 tahun yang terinfeksi, 2 persen hingga 4 persen memerlukan perawatan intensif.

Saat ini hal terbaik yang dapat dilakukan untuk anak muda adalah memberikan informasi akurat tentang risiko yang sebenarnya mereka hadapi.
Orang tua dan profesional kesehatan juga memiliki peran penting dalam hal ini. Banyak anak muda yang berupaya berhenti dari merokok dan vaping. Namun, terkadang mereka masih sulit untuk bertahan. Menyebabkan mereka kembali kepada kebiasaan lamanya.
Orang tua dapat membantu mendukung anak-anak mereka selama tahap tersebut. Para profesional kesehatan juga dapat memberikan masukan atau obat khusus untuk mencegah keinginan mereka untuk merokok dan vaping.
(Sumber: health.harvard.edu)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

