Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(viral4real.com)
Dream - Seorang wanita berusia 29 tahun asal Filipina meninggal dunia setelah menjalani operasi bedah kosmetik sebanyak tiga kali secara berturut-turut.
Ibu korban tidak terima dengan kematian putrinya itu yang juga pengusaha sukses di negara tersebut.
Dia meminta The Icon Clinic, yang melakukan bedah kosmetik, untuk bertanggung jawab atas kematian putrinya.
Pada tanggal 26 Maret lalu, seorang pengusaha bernama Shiryl Saturnino meninggal dunia setelah menjalani operasi bedah kosmetik.
Menurut laporan, dia menjalani tiga kali operasi dalam satu waktu yang terdiri dari sedot lemak, operasi payudara dan operasi pantat.
Ditemani kerabat dan putrinya yang berusia 9 tahun, Saturnino pergi ke klinik sekitar jam 05:00 sore waktu setempat. Tapi kemudian, dia dinyatakan meninggal pada jam 3:21 pagi hari berikutnya.
Rupanya...
© Dream
Saat menjalani operasi, jantung Saturnino tidak kuat dan berhenti berdetak.
Ahli bedah Jose Jovito Mendiola dan Samuel Eric Yapjuangco yang ikut menangani operasi tersebut mencoba untuk menyadarkan kembali Saturnino.
Mereka bahkan meminta bantuan dari Makati Medical Center. Tetapi pasien malang itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Sang ibu, Shirley, mengatakan tidak terima dengan kematian putrinya saat di Makati Medical Center.
" Mereka harus bertanggung jawab karena anak saya setuju untuk menjalani operasi di sana. Tubuhnya seharusnya diperiksa lebih dahulu apakah bisa menerima operasi bedah kosmetik," kata Shirley.
Polisi mengatakan Saturnino menjalani tiga bedah kosmetik sekaligus yang terdiri dari sedot lemak, operasi payudara dan operasi pantat. Detak jantung wanita itu tiba-tiba berhenti selama menjalani operasi.
Estelita Cordero, pengacara Icon Clinic, mengatakan Saturnino adalah pasien langganan klinik tersebut selama bertahun-tahun.
" Saat ini penyelidikan tentang penyebab kematian Nona Saturnino sedang dilakukan. Ini adalah tanggung jawab kami untuk memberikan informasi kepada publik tentang kejadian sebenarnya, dan kami sepenuhnya bekerja sama dengan penyidik kepolisian.
" Kami akan menyediakan informasi tambahan setelah kami mengumpulkan semua fakta dan data resmi. Sementara itu, The Icon Clinic tetap beroperasi penuh dalam melayani pasien kami," kata Cordero.
Klinik yang berada di Mandaluyong City itu membayar seluruh biaya upacara pemakaman Saturnino.
(Sumber: Viral4real.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya