Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi: SHUTTERSTOCK
Dream - Ada satu tren yang muncul di akhir tahun 2017 yang sampai sekarang masih menjadi harapan bagi sebagian kaum wanita, terutama mereka yang memasuki menopause.
Tren tersebut diklaim mampu melawan efek tidak menyenangkan dari menopause, seperti serangan rasa panas yang tiba-tiba yang disebut dengan istilah hot flashes.
Selain itu, tren yang muncul dalam bentuk produk magnet itu diklaim dapat membantu mengatasi nyeri haid dan bahkan stres, secara alami dan tanpa efek samping.
Cara menggunakan alat itu pun cukup mudah. Pengguna hanya perlu menjepit alat yang diklaim terapeutik itu di bagian depan celana dalam agar bisa dikenakan sepanjang hari.
Di Inggris, magnet bundar berukuran kecil bernama LadyCare ini harganya antara 35 sampai 50 pound sterling, atau sekitar Rp639 ribu dan Rp 916 ribu.
Alat terapi magnetis itu konon bisa mengatasi gejala menopause bagi 71 persen wanita dengan menyeimbangkan kembali sistem saraf otonom (ANS).
Selain itu, magnet tersebut dapat mengurangi keringat berlebihan pada malam hari, memperbaiki kualitas tidur, membantu menurunkan berat badan, memperbaiki warna kulit dan memberi lebih banyak energi.
Melihat manfaatnya yang luar biasa, khususnya bagi yang memasuki masa menopause, tentu banyak wanita yang ingin memiliki alat terapi berbentuk magnet itu.
Lantas bagaimana dengan penjelasan dokter?
© Dream
Dream - Menurut dokter, meski tidak menimbulkan risiko terkena infeksi pada organ intim wanita, tapi tidak ada bukti bahwa alat terapi ini bisa berfungsi seperti yang diklaim pembuatnya.
Dr. Jen Gunter, seorang ginekolog asal Kanada menjelaskan bahwa terapi magnet tidak melakukan apapun kecuali 'meringankan isi dompet penggunanya'. Dr Jen juga membantah klaim bahwa LadyCare dapat mengurangi gejala menopause.
" Para ahli LadyCare mengklaim bahwa ketidakseimbangan dalam sistem saraf otonom, yang magnetnya dapat dengan mudah menyeimbangkannya kembali, adalah akar masalah dari hot flashes," tulis Dr. Jen di blognya.
" Saya hanya bisa bilang bahwa patofisiologi dari hot flashes pada menapouse sampai sekarang masih belum bisa dipahami dengan benar," lanjut Dr. Jen.
Dia menjelaskan bahwa hot flashes adalah produk akhir dari beberapa faktor yang mempersempit zona termoregulasi dengan meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan suhu inti tubuh secara halus.
" Meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa sistem saraf otonom berperan, tapi ada sistem lain yang juga memberi pengaruh, seperti sistem serotonergik, noradrenergik, opioid, dan adrenal," tambahnya.
Dr. Jen kemudian memberikan penjelasan yang masuk akal dengan mengatakan, " Jika magnet itu memiliki berbagai khasiat yang menyembuhkan, maka Magnetic Resonance Imaging atau MRI seharusnya sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi menopause."
Jadi, ketika membeli produk kesehatan, kita sebaiknya tidak terjebak oleh iklan. Cobalah untuk berkonsultasi dengan pihak yang lebih mengetahui bidangnya secara lebih mendalam.
(Sah/Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya