Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Anak Makan (Foto: Shutterstock)
Dream - Memberikan makanan pada anak mungkin terkesan mudah. Namun sebenarnya ada beberapa aturan penting yang sebaiknya dilakukan orang tua supaya anak bisa makan dengan siap.
Seperti saat tidur dan aktivitas lainnya, aturan makan ternyata juga berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak, terutama di bawah usia lima tahun.
Dokter spesialis anak, Kanya Ayu Permatasari, menjelaskan, pengaturan saat memberi makan anak bukan hanya soal hitungan nutrisi dan gizi seimbang, namun dalam teknisinya ada sederet aturan yang perlu dilakukan orang tua.
Aturan pertama yakni soal pengaturan waktu. Kanya menjelaskan, orang tua harus mulai membiasakan memberi waktu makan anak maksimal 30 menit. Sebab, 30 menit itulah batas kemampuan anak untuk berkonsentrasi secara penuh.
Diatas waktu itu, anak cenderung sudah sulit berkonsentrasi. Ditambah, memaksa anak untuk makan bisa membuat anak mengalami trauma.
" Aturan makan itu 30 menit, selesai nggak selesai dihentikan. Nggak ada gunanya ditunggu sampai dua jam, nggak ada jaminan juga sudah ditunggu makanannya akan habis," kata Kanya dalam konferensi pers virtual Kupas Tuntas Aturan Makan, Tidur, dan Aktivitas Balita Untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya Baby Happy, Selasa 16 Maret 2021.
Aturan ke dua yang perlu diperhatikan, orang tua harus berhenti memberikan sesuatu agar anak mau makan. Pasalnya, kebiasaan ini hanya akan membuat anak mengejar reward saja bukan karena keharusan.
“ Jangan diiming-imingi hadiah kayak kalau mau makan boleh beli mainan, nanti dikasih permen dan sebagainya. Nanti anak itu hanya kejar reward saja, tanpa tahu dan paham kalau dia itu butuh makan,” tambahnya.
Aturan lainnya, orang tua perlu memberikan rentang waktu makan tiap dua hingga tiga jam sekali dengan jeda air putih. Sedangkan untuk susu, hanya diberikan saat mau tidur dan setelah jam makan saja.
Kanya menambahkan, saat makan, anak diposisikan duduk di kursi dan tidak ada gangguan dari banyak hal atau sesuatu di sekelilingnya.
" Jangan sambil lari-lari, jalan-jalan, lihat kucing, atau naik odong-odong. Harus duduk di kursi atau dilantai juga boleh. Tida ada distraksi, itu akan menghipnotis anak untuk membuka mulut, mengunyak makanan, dan melakukan apa yang disuruh orang tuanya," tutur Kanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun