Penumpang Demam Tinggi Dilarang Masuk Stasiun MRT

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Maret 2020 09:31
Penumpang Demam Tinggi Dilarang Masuk Stasiun MRT
MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang dalam waktu dekat.

Dream - PT MRT Jakarta turut waspada tentang virus corona yang sudah menyambangi Indonesia. Perusahaan ini membuat sederet aturan tentang pencegahan virus Covid-19.

Salah satunya melarang penumpang yang demam tinggi masuk ke area stasiun MRT Jakarta.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 3 Maret 2020, Corporate Secretary MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, mengatakan staf stasiun MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang dalam waktu dekat.

Pemeriksaan ini dilakukan di setiap area pintu masuk stasiun.  “ Penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi tidak diperbolehkan masuk ke area stasiun MRT Jakarta,” kata dia di Jakarta.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kewaspadaan Novel Coronavirus melalui media sosial telah disebarkan melalui media sosial resmi MRT Jakarta sejak 31 Januari 2020.

Perusahaan ini juga telah berkoordinasi dengamn Dinas Kesehatan DKI. Tak hanya itu, MRT Jakarta juga menempatkan cairan pembersih tangan di titik-titik ramai pengunjung di 13 stasiun MRT Jakarta.

“ Meningkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun dan kereta MRT Jakarta dengan metode khusus yang dipertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran virus,” kata Kamaluddin.

1 dari 6 halaman

Edukasi Masyarakat

MRT Jakarta juga menerbitkan peraturan direksi untuk memperkuat langkah-langkah khusus dan prosedur penanganan dan penyebaran virus corona Covid-19.

“ Edukasi publik ke penumpang secara berkelanjutan dan mencegah penularan virus corona dalam bentuk materi cetak dan digital di stasiun, serta melalui e-poster di akun sosial media MRT Jakarta,” kata dia.

Kamaluddin menganjurkan masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Hal ini bertujuan agar sistem kekebalan tubuh meningkat.

“ Mari tingkatkan personal hygiene kita dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun maupun hand sanitizer,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Indonesia Positif Corona, Asuransi Bisa Cover?

Dream - Masyarakat dunia sedang digemparkan dengan kemunculan virus corona, tak terkecuali Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona.

Kamu bisa melindungi diri dengan `amunisi-amunisi`, termasuk asuransi kesehatan.

Asuransi siap melindungi kamu dari virus corona. Jika terjangkit corona, asuransi ini bisa mengcover biaya perawatan intensif virus corona.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan klaim untuk nasabahnya yang terjangkit virus corona.

“ Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis,” kata Edy di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Maret 2020.

Begitu pula yang dikatakan oleh Vice President Head of Corporate Branding, Marketing, and Communications Sequis, Felicia Gunawan, mengatakan, penting untuk mengantisipasi biaya kalau terjadi kondisi klinis akibat segala wabah penyakit.

Pihaknya siap memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dari kondisi klinis yang disebabkan oleh virus corona sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

 

© Dream



“ Ketika sakit apalagi telah masuk tahap kritis, biasanya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan di rumah sakit sudah pasti sangat besar. Jika tidak memiliki asuransi kesehatan tentunya mau tidak mau kita harus merelakan uang tabungan, dana darurat, bahkan aset kita terpakai untuk berobat,” kata Felicia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Manulife juga melindungi nasabahnya dari wabah virus corona. “ Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka meng-cover untuk perlindungan terhadap virus corona. Kami memastikan Manulife memberikan jaminan perlindungan,” kata Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 6 halaman

Asuransi Bisa Cover Asalkan Kondisi Ini Terpenuhi

Jika ingin biaya pengobatan dicover oleh asuransi, Edy mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, memastikan jenis penyakitnya masuk ke dalam pertanggungan polis atau tidak.

“ Untuk mempercepat proses klaim, pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, klaim tidak berada dalam `Masa Tunggu Polis`, serta menggunakan jaringan rumah sakit kami untuk cashless claim,” kata Edy.

Meskipun ada sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, nasabah diminta mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari infeksi virus.

Sampai saat ini, yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan virus corona adalah membiasakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun cair, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk, menggunakan masker, dan pergi ke dokter jika kondisi kesehatan memburuk.

4 dari 6 halaman

Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan adanya kasus infeksi virus corona di Indonesia. Kasus ini terjadi pada dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif usai diperiksa secara ketat.

Jokowi mengatakan tertularnya dua WNI tersebut karena berinteraksi dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu sendiri sudah meninggalkan Indonesia dan sempat datang ke Malaysia.

" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan dua WNI yang berinteraksi dengan warga Jepang tersebut. Keduanya adalah ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun.

 

© Dream

 

" Kami cek kita ternyata posisi yang sakit, dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan pemerintah telah melakukan banyak persiapan untuk mengantisipasi infeksi virus corona.

" Tapi perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan," kata Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 6 halaman

Kronologi Terungkapnya 2 Orang di Depok Positif Virus Corona

Dream - Ibu dan anak yang tinggal di Depok, Jawa Barat, dinyatakan positiif terinfeksi virus Corona, Covid-19. Terjangkitnya dua orang tersebut merupakan kasus pertama infeksi Covid-19 di Indonesia.

" Tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Senin 2 Maret 2020.

Menurut Jokowi, kasus ini terungkap setelah ada laporan warga negara Jepang yang positif terjangkit Covid-19 usai berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian menelusuri jejak siapa saja yang kontak dengan warga Jepang tersebut.

" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

" Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata dia.

6 dari 6 halaman

Pastikan Prosedur Penanganan Pasien Terinfeksi Corona

Berdasar keterangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, kedua orang yang positif Covid-19 tersebut telah dirawat intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Terawan memastikan prosedur untuk penanganan pasien terinfeksi Corona sudah dilakukan.

" Kami sudah cek, kami bawa. Sudah melakukan isolasi rumah. Sesuai prosedur kami lakukan, menjaga rumahnya. Jadi sudah terdeteksi dari 1 Maret kami lakukan, begitu dengar berita, kami lakukan penelusuran, kami lakukan pemeriksaan," kata Terawan.

Dia menjelaskan, kedua orang itu melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang sebelumnya positif terjangkit virus Corona.

" Karena ini kan kontak langsung, ini kan kita cek. Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Kita mengacu pada epidologis, mana yang paling memungkinkan," ucap Terawan.

Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Beri Komentar