Perang Mobil Listrik di Bali

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 14 November 2022 11:12
Perang Mobil Listrik di Bali
G20 di Bali jadi ajang pamer mobil listrik di mata dunia.

Dream - Ribuan unit kendaraan listrik wara-wiri di Bali sebagai kendaraan utama mobilitas para tamu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang kini tengah berlangsung.

Pemerintah lewat kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan kendaraan berupa mobil listrik sebanyak 962 unit dan bus listrik 26 unit. Mobil listrik tersebut merupakan hasil kerja sama dengan produsen otomotif seperti Hyundai, Wuling dan Toyota.

Pemerintah juga telah menyiapkan 300 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung operasional kendaraan listrik yang akan digunakan dalam acara G20. Di mana dengan tipe ultra fast charging sebanyak 68 unit.

Pemerintah melalui PT PLN juga merelokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati 1x100 megawatt (MW) dari Jawa Timur ke Pesanggaran, Bali. Relokasi pembangkit listrik dilakukan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Bali yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

 

1 dari 3 halaman

Wuling Motors sudah menyiapkan 300 unit Air EV, yang akan digunakan oleh panitia nasional dan delegasi KTT G20. Wuling Motors juga menyerahkan 216 unit tipe long range dan 84 unit tipe standard range. Harga per unit mobil listrik itu mulai Rp284 juta.

Wuling Air EV© Istimewa

Ada juga dukungan 393 unit kendaraan dari PT Hyundai Motors Indonesia. Kendaraan yang diserahkan terdiri dari 44 unit Hyundai Genesis Electrified G80 Special Edition, 87 unit Hyundai Genesis G80, dan 262 unit Hyundai Ioniq 5.

Hyundai Genesis G80© Istimewa

Khusus untuk Hyundai Genesis Electrified G80 Spesial Edition, mobil berjenis sedan itu akan dipakai untuk transportasi para tamu VVIP yakni para kepala negara. Yang spesial, tipe ini diproduksi khusus untuk mendukung KTT G20 di Bali. Harga jual antara Rp1,8-2,5 miliar. Hyundai hanya memproduksi 44 unit saja saat ini.

Untuk Hyundai Ioniq 5 Signature yang dibanderol Rp809 juta akan digunakan untuk mengangkut para delegasi yang menghadiri puncak acara G20 Presidensi Indonesia.

Spesifikasi All New Toyota bZ4X, Mobil Listrik Perdana Toyota di Indonesia© MEN

Selain itu, ada 143 kendaraan dari PT Toyota-Astra Motor yang terdiri dari 41 unit Toyota bZ4X dan 102 unit Lexus UX 300e. Untuk mobil Lexus UX 300e, Toyota belum merilis harganya. Sedangkan Toyota bZ4X yang baru saja dirilis untuk pasar Indonesia dibanderol Rp1,19 miliar

2 dari 3 halaman

Untuk pengadaannya, pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2022 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

" Pengadaan kendaraan mobil listrik untuk kegiatan KTT G20 di Bali menggunakan dana APBN," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, kepada Merdeka.com dalam keterangan tertulis.

Namun tidak semua kendaraan yang dipakai dibeli dari uang negara. Sebagian kendaraan listrik itu merupakan pinjaman dari produsen atau endorse. Seperti kerja sama pemerintah dengan PT Toyota-Astra Motor. Perusahaan asal Jepang ini meminjamkan 143 unit kendaraan listriknya yakni 41 unit motor listrik dan 102 unit mobil listrik.

" Pengadaan kendaraan mobil listrik untuk kegiatan KTT G20 juga sebagian dari pinjaman, seperti yang dilakukan PT Toyota-Astra Motor," ungkap Sandiaga.

Begitu juga dengan mobil yang diproduksi Hyundai. Pengadaan kendaraan listrik ini merupakan kerja sama pemerintah dengan pihak swasta.

3 dari 3 halaman

Usai kegiatan G20, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kendaraan listrik yang digunakan dalam KTT G20 bisa dijual setelah acara berakhir. Tentunya, kendaraan yang dijual ini yang telah dibeli menggunakan uang kas negara. Mengingat kendaraan listrik buatan Toyota sifatnya hanya pinjaman.

" Nanti ada kendaraan yang digunakan atau dijual, dilihat dari kebutuhannya," kata Maruf Amin pada 17 September lalu.

Pada kesempatan yang sama, Ma'ruf mengatakan penggunaan kendaraan listrik oleh pemerintah ini sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Dia meminta agar pemerintah menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas atau kendaraan operasional.

" Sesuai dengan inpresnya bahwa implementasi (Inpres Nomor 7/2022) itu akan dilakukan secara bertahap dan prioritas," ujar Wapres.

Beri Komentar