Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Menurut penelitian terbaru, semakin banyak dana yang dihabiskan untuk pesta pernikahan, semakin pendek usia pernikahan mereka.
Profesor ekonomi Universitas Emory, Andrew Francis dan Hugo Mialon, memutuskan untuk membuat penelitian tahun lalu. Mereka mempertanyakan apakah pengeluaran tak terkendali untuk sebuah pesta pernikahan bisa berpengaruh buruk pada pernikahan. Jawabannya: Iya.
Francis dan Mialon melakukan survei terhadap lebih dari 3.000 orang - yang semuanya telah menikah sekali.
Mereka menemukan bahwa, terlepas dari tingkat pendapatan, semakin banyak uang yang dihabiskan untuk biaya pernikahan, semakin pendek usia pernikahan seseorang.
Berikut beberapa temuan Francis dan Mialon saat melakukan penelitian:
1. Pengantin pria yang menghabiskan US$ 2.000 sampai US$ 4.000 untuk membeli cincin pertunangan, memiliki peluang 1,3 kali lipat untuk bercerai dibandingkan dengan rekan-rekannya yang lebih hemat dengan hanya mengalokasikan US$ 500 sampai US$ 2.000.
2. Untuk pengantin pria dan wanita yang menghabiskan lebih dari US$ 20.000 untuk pesta pernikahan, kemungkinan mengalami perceraian 3,5 kali lipat dibandingkan dengan pasangan yang menghabiskan antara US$ 5.000 dan US$ 10.000.
3. Agar pernikahan tidak cepat bubar, Francis dan Mialon menyarankan biaya pernikahan kurang dari US$ 1.000.
Menurut perusahaan pernikahan XO Group, rata-rata anggaran pernikahan telah melonjak ke posisi tertinggi sepanjang masa hampir US$ 30.000. Itu belum termasuk bulan madu. Dan, 1 dari 8 pasangan menghabiskan lebih dari US$ 40.000 untuk pernikahannya.
Nilai industri pernikahan telah mencapai US$ 55 miliar setahun, perusahaan riset IBISWorld menghitung. Biaya melambung tersebut sering disebabkan karena pasangan ingin menunjukkan komitmen yang dinilai dengan cincin pertunangan mahal dan pesta pernikahan mewah.
" Iklan sering menggoda pasangan untuk menghabiskan uang untuk cincin pertunangan dan pesta pernikahan mewah. Dua hal itu dianggap sebagai bentuk komitmen atau agar pesta pernikahan berlangsung sukses," tulis para peneliti dalam sebuah email.
Francis dan Mialon mengatakan, satu alasan yang mungkin membenarkan penemuan mereka adalah utang yang terjadi usai menggelar pesta pernikahan bisa memicu ketegangan dalam perkawinan.
Setelah hampir tiga dekade menjadi perencana pernikahan, Kim Horn, setuju dengan pendapat Francis dan Mialon.
" Fokusnya bukan pada hubungan dan komitmen jangka panjang," kata Horn.
(Ism, Sumber: pbs.org)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
