Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Divisi Ford, Lincoln, Enggan Menamai Mobil Hybird Ini Dengan Embel-embel "mobil Listrik". (Foto: Carscoops)
Dream – Divisi mobil Ford Motor Company, Lincoln, bakal menghadirkan Lincoln Aviator generasi kedua pada 2020. Lincoln Aviator generasi dua ini merupakan mobil plug in hybird yang menggunakan baterai dan BBM sebagai bahan bakarnya.
Alih-alih menyebut mobil ini sebagai PHEV (plug in hybird electriv vehicle), produsen mobil asal Amerika Serikat ini justru menyebut mobil ini dengan sebutan Grand Touring.
“ Sederhananya, apa yang dilakukannya sehingga membuat kendaraan lebih menarik untuk dikendarai. Ini adalah definisi paling murni dari Grand Touring,” kata Kepala Pemasaran Lincoln, Robert Parker dikutip dari Carbuzz, Rabu 5 November 2018.
Parker mengatakan perusahaan memang ingin mengubah citra mobil ramah lingkungan menjadi menyenangkan.
Alasan lain mereka enggan menggunakan kata listrik untuk mobil hybird agar lebih menarik minat masyarakat. Dikatakan bahwa masyarakat menyukai kata-kata yang artinya tak diketahui.
Sekadar informasi, Aviator Grand Touring ini memiliki dua mode pengendaraan, yaitu Pure EV dan Preserve EV. Mobil pure EV hanya menggunakan motor listrik, sedang Preserve EV menggunakan V6. Perpaduan motor listrik dan mesin twin turbo V6 berkapasitas 3,6 liter akan menyemburkan daya 450 Tk.
Dream - Satu unit mobil listrik canggih, Tesla Model S tertangkap kamera petugas sedang ngebut di jalan tol California, Amerika Serikat. Petugas langsung melakukan pengejaran.
Mobil tersebut berhasil dihentikan. Sementara sopirnya, Alexander Samek, 45 tahun, ditangkap.
Ada peristiwa mengejutkan ketika mobil dihentikan polisi. Ketika memeriksa mobil, polisi mendapati Samek dalam keadaan tidur.
Menurut Telegraph.co.uk, insiden ini terjadi pada Jumat dini hari, 30 November 2018, waktu setempat di jalanan utama San Fransisco. Samek tertidur lantaran pengaruh minuman beralkohol.
Lantas, bagaimana mobil itu bisa melaju sangat kencang? Ternyata, Samek diduga mengaktifkan mode autopilot sehingga mobil melaju sendiri.
Upaya penghentian mobil tersebut juga menjadi drama tersendiri. Polisi terpaksa melaju di depan mobil listrik tersebut.
Kemudian, polisi mencoba memperlambat kecepatan. Sensor pada Tesla mendeteksi ada benda keras di depannya dan kecepatannya menurun hingga berhenti.
Begitu mobil berhenti, polisi langsung menangkap Samek. Pria itu dijerat dengan dakwaan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Polisi kemudian menggelar penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan fitur 'drive assist' diaktifkan.
" Kami belum dapat memastikan apakah fitur 'drive assist' telah diaktifkan namun mengacu pada kemampuan kendaraan untuk melambat hingga berhenti ketika Samek tidur, mungkin fitur tersebut sudah diaktifkan," ujar bagian Patroli Jalan Tol.
Fitur autopilot pada Tesla dapat mengubah jalur serta mendeteksi rintangan di depan. Tetapi, fitur ini tidak dirancang untuk menggerakkan mobil secara mandiri sepenuhnya.
Fitur ini tetap mengharuskan pengemudi meletakkan tangan pada setir. Sementara dalam sistem terbaru, alarm akan menyala selama 15 hingga 20 detik jika tidak ada tekanan pada roda setir.
Selain itu, mobil juga seharusnya berhenti jika tidak ada tanggapan atas peringatan tersebut.
Kecanggihan fitur pada Tesla justru menuai banyak kritik. Sistem kemudi otomatis membuat pengemudi terlalu yakin pada kinerja perangkat lunak dan berharap mobil bisa mengemudi sendiri.
Pada Maret lalu, pemilik Tesla berusia 38 tahun tewas dalam kecelakaan. Sebabnya, dia menggunakan mode autopilot dan mobil melaju tanpa kendali hingga terjadi kecelakaan.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya