Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tesla (Foto: Shutterstock)
Dream - Satu unit mobil listrik canggih, Tesla Model S tertangkap kamera petugas sedang ngebut di jalan tol California, Amerika Serikat. Petugas langsung melakukan pengejaran.
Mobil tersebut berhasil dihentikan. Sementara sopirnya, Alexander Samek, 45 tahun, ditangkap.
Ada peristiwa mengejutkan ketika mobil dihentikan polisi. Ketika memeriksa mobil, polisi mendapati Samek dalam keadaan tidur.
Menurut Telegraph.co.uk, insiden ini terjadi pada Jumat dini hari, 30 November 2018, waktu setempat di jalanan utama San Fransisco. Samek tertidur lantaran pengaruh minuman beralkohol.
Lantas, bagaimana mobil itu bisa melaju sangat kencang? Ternyata, Samek diduga mengaktifkan mode autopilot sehingga mobil melaju sendiri.
Upaya penghentian mobil tersebut juga menjadi drama tersendiri. Polisi terpaksa melaju di depan mobil listrik tersebut.
Kemudian, polisi mencoba memperlambat kecepatan. Sensor pada Tesla mendeteksi ada benda keras di depannya dan kecepatannya menurun hingga berhenti.
Begitu mobil berhenti, polisi langsung menangkap Samek. Pria itu dijerat dengan dakwaan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Polisi kemudian menggelar penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan fitur 'drive assist' diaktifkan.
" Kami belum dapat memastikan apakah fitur 'drive assist' telah diaktifkan namun mengacu pada kemampuan kendaraan untuk melambat hingga berhenti ketika Samek tidur, mungkin fitur tersebut sudah diaktifkan," ujar bagian Patroli Jalan Tol.
Fitur autopilot pada Tesla dapat mengubah jalur serta mendeteksi rintangan di depan. Tetapi, fitur ini tidak dirancang untuk menggerakkan mobil secara mandiri sepenuhnya.
Fitur ini tetap mengharuskan pengemudi meletakkan tangan pada setir. Sementara dalam sistem terbaru, alarm akan menyala selama 15 hingga 20 detik jika tidak ada tekanan pada roda setir.
Selain itu, mobil juga seharusnya berhenti jika tidak ada tanggapan atas peringatan tersebut.
Kecanggihan fitur pada Tesla justru menuai banyak kritik. Sistem kemudi otomatis membuat pengemudi terlalu yakin pada kinerja perangkat lunak dan berharap mobil bisa mengemudi sendiri.
Pada Maret lalu, pemilik Tesla berusia 38 tahun tewas dalam kecelakaan. Sebabnya, dia menggunakan mode autopilot dan mobil melaju tanpa kendali hingga terjadi kecelakaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya