Saat Produsen Otomotif Cegah Konsumen Beli Mobilnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 2 Januari 2019 12:41
Saat Produsen Otomotif Cegah Konsumen Beli Mobilnya
Saat perusahaan lain berlomba-lomba mendorong penjualan mobilnya, produsen mobil ini malah sebaliknya.

Dream – Biasanya produsen mobil mendorong berlomba-lomba untuk menarik perhatian pembeli. Mereka melakukan beragam cara agar masyarakat tertarik dengan produknya.

Tapi, cara itu tidak dilakukan oleh produsen mobil yang satu ini.

Dikutip dari Carscoops, Rabu 2 Januari 2019, produsen mobil itu adalah Volvo. Mereka baru saja memulai kampanye untuk membujuk masyarakat tak membeli kendaraannya.

Kok begitu? Ternyata, produsen ini ingin masyarakat menjajal program “ langganan” mobil, yaitu Care by Volvo.

“ Jangan beli mobil ini. Berlanggananlah,” tulis kampanye Volvo di Jerman. Volvo juga tak gentar dengan komentar miring terhadap kampanyenya.

Misalnya, biaya langganan Audi, Mercedes Benz, dan BMW sebesar US$561 (Rp8,13 juta) per bulan. Mobil XC90 sebesar US$1.052 (Rp15,24 juta) per bulan. Biaya langganan ini termasuk asuransi, pajak, bantuan, dan beragam layanan lainnya. (Ism)

1 dari 1 halaman

Lebih Mahal daripada Leasing?

Berlangganan mobil memang terdengar menarik. Namun, berlangganan mobil bisa lebih mahal daripada leasing. Malah, lebih mahal 40 persen. Sebagain kecil konsumen Jerman mengaku tertarik untuk berlangganan kendaraan.

Menurut survei yang dilakukan oleh konsultan manajemen Oliver Wyman, hanya 14 persen konsumen Amerika Serikat yang tertarik untuk berlangganan kendaraan.

Sementara data awal layanan Care by Volvo mengungkapkan orang muda lebih tertarik dengan beragam merek. Selama pengujian layanan di Amerika Serikat, usia rata-rata yang tertarik berlangganan mobil di kisaran 40 tahun. 

Beri Komentar