Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sudah banyak penelitian yang menyebut puasa membawa dampak bagus terhadap tubuh. Jika dilakukan secara teratur, puasa berpotensi mencegah serangan jantung, strok dan kanker.
Puasa memberikan tubuh Anda waktu beristirahat. Dengan begitu, tubuh dapat memperbaiki DNA dan menjaga sel-sel muda dan lebih tahan penyakit.
Tetapi, ada bukti terbaru yang lebih menggembirakan. Puasa selama 13 jam dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara pada wanita sepertiga bagian.
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan wanita yang tidak makan kurang dari 13 jam memiliki tingkat risiko terkena kanker payudara lebih tinggi sebanyak 36 persen. Sementara 21 persen di antaranya lebih mungkin meninggal karena penyakit ini.
Studi tersebut juga menunjukkan mengonsumsi makanan larut malam juga meningkatkan risiko kadar gula darah yang tidak terkontrol. Ini berarti tidak makan malam merupakan cara mudah mencegah potensi kanker.
Para ilmuwan melakukan uji coba pada tikus. Mereka mendapat temuan puasa dalam jangka waktu panjang, sekitar 13 jam dapat melindungi dari potensi peningkatan kadar gula darah, peradangan, dan peningkatan berat badan.
" Memperpanjang puasa mungkin merupakan strategi non-farmakologi sederhana mengurangi resiko seseorang terkena potensi kambuhnya kanker payudara atau kanker lainnya," kata Catherine Marinac dari San Diego School of Medicine, AS.
" Penelitian sebelumnya fokus pada apa yang kita makan untuk mencegah kanker, namun saat makan ternyata cukup penting bagi kesehatan metabolisme," kata dia.
Penelitian ini mewajibkan para responden berpuasa sekitar 12,5 jam. Sebanyak 2.413 responden berusia antara 27 hingga 70 tahun menderita kanker payudara dini.
(Sah/Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya