Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Ayah Membangun Lamborghini Untuk Anaknya. (Foto: Zing)
Dream - Bagi pecinta mobil mewah, Lamborghini menjadi tunggangan idaman. Banyak orang melakukan berbagai hal untuk mendapatkan mobil sport terdebut.
Seperti yang dilakukan Sterling Backus, doktor fisika asal Amerika Serikat, berikut ini. Dia ingin memberikan 'Lamborghini' untuk anaknya. Menariknya, Backus membuat mobil berlogo banteng tempur sendiri.
Dikutip dari Zing, Jumat 27 Desember 2019, dia memerlukan waktu lima bulan untuk membuat Aventador dengan mesin pencetak 3D. Cerita ini menarik perhatian banyak warganet di media sosial.
Ide ini datang sejak dua tahun yang lalu saat dia sadar putranya, Xander, sering memilih Aventador untuk permainan balapan. Dari sinilah sang ayah memutuskan untuk membangun Aventador nyata untuk mewujudkan keinginan sang anak.
Pria ini merogoh kocek sebesar US$20 ribu (Rp278,17 juta). Biaya ini sudah termasuk printer 3D untuk mencetak bodi mobil. Ayah dan anak itu bekerja sama membuat mobil “AXAS Interceptor” (Aventador buatannya) selama sejam per hari.
Bodi Lamborghini dan lampu depan dicetak secara 3D. Kemudian, perintilan interior juga dicetak, kecuali sasis, tuas transmisi, mesin, dan struktur-struktur lainnya.

Aventador asli menggunakan mesin V12 yang berkapasitas 6,5 liter. Harga mesin ini terlalu mahal dan sulit ditemukan. Sebagai gantinya, dia menggunakan mesin LSI twin turbo berkapasitas 5,7 liter dari Chevrolet Corvette. Untuk transmisi, Backus memakainya dari Porsce 911 keluaran 1996.
Backus membuat sendiri sasis dan suspensi. Kemudian, jendela, kaca spion, wiper, dan kemudi didapat dari Audi.
Mengagumi hasil karya Backus, Lamborghini memberikan sebuah mobil Aventador S beneran sebagai hadiah. Director of Marketing and Communications Lamborghini, Katia Bassi, mengapresiasi jerih payah ayah dan anak itu.

“Lamborghini selalu berperang melawan pemalsuan, tapi ini adalah passion. Ini harus diapresiasi,” kata dia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?