7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Hasil uji level sun protestion formula (SPF) beberapa brand sunscreen di laboratorium yang diunggah Beauty TikToker @cicikoko_review membuat media sosial geger belakangan ini. Pasalnya, salah satu sunscreen yang diduga brand lokal berlabel SPF ternyata hanya memiliki SPF 2.
Akun TikTok @petentenk membuktikan kebenaran rumor rendahnya SPF sunscreen lokal tersebut dan tak sesuai klaim, dengan mengunggah hasil uji laboratorium terbaru.

Foto: TikTok @petentenk
Viralnya hasil uji laboratorium itu tidak hanya meresahkan brand yang tertuduh memiliki SPF rendah, tapi juga sejumlah merek kosmetik lainnya. Alhasil, beberapa content creator melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sunscreen dan mengungkapkan hasilnya tanpa menyamarkan nama brand. Tasya Farasya jadi salah satu beauty content creator yang mengungkapkan hasil uji SPF beberapa brand sunscreen.

Foto: Instagram @tasyafarasya
Hasilnya menunjukkan bahwa SPF sejumlah sunscreen lokal melebihi klaimnya, jadi Sahabat Dream bisa leluasa memilih produk yang aman dan sesuai klaim.
Kendati demikian, kamu tetap perlu berhati-hati saat memilih produk skincare. Selain melihat label produk dan kandungannya, perhatikan juga respon kulitmu untuk memastikan pemakaiannya benar-benar efektif.
View this post on Instagram
Dream - Kandungan dan klaim yang tertera pada kemasan produk kosmetik menjadi panduan ketika memilih produk sesuai kebutuhan. Masing-masing produk memberikan efek berbeda, sehingga klaim dan efek pemakaiannya tidak sama pada setiap orang.
Meski efek pemakaiannya berbeda, setidaknya kandungan dalam produk kosmetik sesuai dengan label pada kemasan. Sayangnya, ternyata tidak semua produk mencantumkan klaim yang sesuai dengan kandungannya.
Hal itu diungkapkan akun TikTok @cicikoko_review yang kerap mengulas beragam jenis skincare. Pemilik akun melakukan uji laboratorium terhadap kandungan SPF beragam merek sunscreen lokal maupun internasional yang dijual di pasaran.

Foto: TikTok @cicikoko_review
Hasilnya membuat pemilik akun dan warganet keheranan. Kandungan SPF beragam merek skincare bisa lebih tinggi atau sangat rendah dibandingkan klaim pada kemasan.
Di awal video, pemilik akun menunjukkan hasil uji laboratorium yang nama merek dan produsennya sudah ditutup dengan spidol. Pemilik akun hanya menampilkan klaim SPF pada kemasan serta hasil ujinya.

Foto: TikTok @cicikoko_review
Uji laboratorium menampilkan merek skincare dengan klaim SPF 50, namun hasil ujinya hanya SPF 2. “ Kok hasilnya 2 ya?,” tanya pemilik akun.
Ada juga sunscreen yang memiliki klaim SPF 50, namun hasil ujinya hanya SPF 38, 18, dan 6.

Foto: TikTok @cicikoko_review
Di sisi lain, tidak sedikit sunscreen dengan SPF 50 dan memiliki hasil uji SPF 50, 51, bahkan 66. Ia juga mengungkapkan beberapa brand lokal yang memiliki klaim SPF 50 dengan hasil uji melebihi klaimnya.

Foto: TikTok @cicikoko_review
Menurut pemilik akun, BPOM tidak bisa disalahkan perihal klaim skincare berlebihan pada sunscreen karena produk yang diuji dari produsen kemungkinan besar adalah sample. Sample yang diberikan pada BPOM belum tentu sama dengan produk di pasaran.

Foto: TikTok @cicikoko_review
Pemilik akun juga memberi tahu pengikutnya untuk tidak menyinggung content creator yang mengulas tentang beragam skincare dengan klaim berlebihan.
Pasalnya, content creator hanya bertugas untuk mengulas tanpa menguji kandungannya secara detail. Di akhir video, pemilik akun berharap sunscreen dengan klaim berlebihan bisa diformulasi ulang agar sesuai harapan konsumen.
Konten tersebut menuai banyak respon di berbagai platform. Banyak warganet yang menduga brand tertentu mengklaim SPF berlebihan karena memiliki tekstur sangat ringan dibandingkan produk dengan SPF serupa.
“ Penasaran sm yg SPF 2,” kata @naaufaald.
“ Fokus ke botol 30 gr aja..,” komentar @janjigakproprot__ok.
“ Deg2an ga sih ownernyaa,” ujar @nuzululf96.
“ Waduh kasian bgt brand2 yg di suspect wkwk tp semoga yg ngerasa bs memperbaiki. intinya ttp pake sunscreen ya guys! pake yg kalian percaya aja,” tulis @devmesha.
@cicikoko_review HASIL UJI LAB KELUAR ‼️‼️ Kita disini pun jujur syok dan terkejut banget setelah tau ternyata benar.. bahwa apa yang kita pikirkan ternyata sesuai banget dengan Hasil Uji Lab ini.. 🫢 . Tapi Maaf banget… mungkin diantara kalian yang merasa kecewa karena kita tidak dapat memberikan infomasi secara lengkap… tapi 1 hal yang perlu kalian ketahui, setelah kita tanya ke beberapa pihak pun dikatakan sebaiknya kita tidak boleh menyebutkan beberapa informasi yang bersifat RAHASIA. 😭 Walaupun kita tau banget kalian pasti penasaran banget kan 🙏🏻😢 . But kalian jangan gegabah dan berpikir negatif mengenai beberapa pihak dulu yaaa.. takutnya ga sesuai dengan dugaan kalian yang dapat menimbukan kekacauan . Thanks yang sudah support kita… nanti kedepannya kita bakalan test ke beberapa brand lainnya and see guys on the next video ya ✌🏻Bye…
♬ original sound - ERICIKO
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?