Robot SCARA Epson, Mudahkan Pengguna Garap Produk

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 14 Maret 2022 11:18
Robot SCARA Epson, Mudahkan Pengguna Garap Produk
Mulai dari pengemasan, pengambilan dan penempatan, dispensing, hingga inspeksi.

Dream - Membantu menyerhanakan aplikasi automasi dalam menyelesaikan produksi yang kompleks, Epson lahirkan robot SCARA All-in-One Seri T.

Dalam pembaruannya kali ini, Epson ingin memudahkan seluruh kalangan dalam penggarapan produk mulai dari pengemasan, pengambilan dan penempatan, dispensing, hingga inspeksi baik pengguna pemula maupun profesional.

" Seri T3-B dan T6-B dilengkapi dengan Epson RC+ yang dikemas dengan fitur dan perangkat lunak pengembangan automasi industri Epson RC+ Express tanpa kode yang tentunya dirancang untuk kemudahan penggunaan," kata Team Lead Robotic Solution Business Unit (RSBU) Rudyanto Sudarman dalam keterangannya pada Senin, 14 Maret 2022

Rudyanto juga menjelaskan bahwa Epson RC+ sendiri merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dalam menawarkan seperangkat alat canggih untuk mendefinisikan kembali efisiensi automasi.

Epson RC+ Express dirancang dapat mengembangkan program robot sederhana dan kuat dengan mudah dan efisien bahkan bagi pengguna yang masih pemula dalam pemrograman.

Teknik tersebut juga dipercaya dapat mengatasi hambatan automasi dengan lingkungan teaching robot tanpa kode yang mudah digunakan.

1 dari 5 halaman

Desain All-in-One

Epson robot SCARA© Epson Indonesia

Peningkatan automasi bagi robot Epson itu bertujuan agar dapat memenuhi permintaan produksi bersamaan dengan meningkatkan nilai produk, efisiensi pengelolaan biaya, dan memastikan keselamatan karyawan yang bekerja.

" Saat pendatang baru dan pakar berpengalaman mencari solusi automasi yang tepat, Epson Robots, produsen robot SCARA #1 di dunia, mengumumkan pembaruan untuk lini T-Series dengan T3-B dan T6-B All -in-One Robot SCARA," ungkap Rudyanto.

Robot SCARA baru dari Epson ini mengusung desain All-in-One, space-saving yang mencakup builtin controller yang ditempatkan di dalam robot dengan sumber daya listrik internal untuk end-of-arm tooling.

Robot industri all-in-one dapat menjaga total biaya kepemilikan agar tetap rendah di industri otomotif, pengembangan medis, automasi laboratorium, elektronik konsumen, komponen elektronik, dan industri.

2 dari 5 halaman

Nilai yang diberikan tanpa kompromi

T3-B dan T6-B tersebut dipastikan kompatibel dengan rangkaian terintegrasi Epson seperti vision guidance, IntelliFlex parts feeding, teach pendant, dan interface board master dan slave field bus.

Pembaruan tambahan juga diberikan untuk desain yang ditingkatkan dan kontrol gerakan dengan siklus yang lebih lancar dan cepat.

" Pemasangan dalam hitungan menit, tidak seperti sistem linear-slide yang kompleks, membutuhkan lebih sedikit waktu dan uang untuk integrasi sistem," katanya.

Kemudian, nilai yang diberikan juga tanpa kompromi, termasuk soal perangkat lunak intuitif yang sama, fitur canggih, dan keandalan seperti yang ditemukan pada robot kelas atas Epson.

Hal itu dapat membantu serta menjaga total biaya kepemilikan agar tetap rendah.

Berikutnya, perangkat tersedia dalam daya 100V-240V yang tentunya rendah watt dan konsumsi daya. Perangkat juga tidak memerlukan panel atau steker khusus.

" Daya built-in untuk end-of-arm tooling, menghilangkan kebutuhan akan sumber daya eksternal. Tidak memerlukan baterai untuk encoder, meminimalkan waktu henti dan mengurangi biaya kepemilikan secara keseluruhan," kata dia.

3 dari 5 halaman

Bantu jembatani kesenjangan

Epson robot SCARA© Epson Indonesia

Pilihan terintegrasi lainnya menurut Rudyanto yakni dengan tersedianya teaching pendant, interface board field bus master dan slave, termasuk EtherNet/IP dan instruksi tambahan yang memudahkan integrasi dengan Allen Bradley PLC.

Sedangkan mengenai fitur perangkat lunak intuitif baru, interface visual sederhananya ditujukan untuk mempersingkat automasi dan kemudahan pemrograman Robot Epson SCARA bagi kebutuhan bisnis automasi yang terus tumbuh karena produsen berupaya meningkatkan volume dan meningkatkan kualitas, biaya, dan keselamatan karyawan.

Epson Robots, produsen robot SCARA hadir membantu jembatani kesenjangan dari banyaknya pendatang baru di pasar dengan pengalaman automasi terbatas dimana belum memiliki keahlian dalam bahasa pemrograman robotik berbasis teks.

4 dari 5 halaman

Produk Pencetak Kain Berkualitas Tinggi

Dream - Epson menyatakan lini printer tekstil terbarunya Monna Lisa Evo Tre 16 mampu menyuguhkan pencetakan berkualitas tinggi pada kain.

Managing Director of Epson Indonesia Muto Yusuke mengatakan, Epson Monna Lisa Evo Tre 16 sebagai printer tekstil digital Direct-to-Fabric dengan 16-printhead pertama di Indonesia untuk mendukung bisnis percetakan tekstil digital dan fashion.

Epson Monna Lisa dapat memberikan hasil cetak yang luar biasa dengan komposisi warna dan juga kecepatan mencetak yang menakjubkan.

Metode pencetakan tekstil digital juga memberikan keuntungan pada lingkungan seperti, dampak lingkungan yang lebih sedikit, penggunaan energi dan air yang sangat minim sehingga lebih ramah lingkungan.

“ Monna Lisa Evo Tre 16 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tekstil industri, didukung dengam 16 printhead PrecisionCore untuk mencapai produktivitas tertinggi dalam seri printer direct-to-fabric revolusioner Epson," jelas Muto Yusuke  dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Februari 2022.

Menurut dia printer tersebut merupakan pilihan ideal untuk bisnis percetakan tekstil, karena Monna Lisa Evo Tre 16 memenuhi tuntutan fleksibel, baik dari pesanan dalam jumlah kecil hingga besar pada berbagai macam kain, printer juga spektrum kompleksitas desain yang luas.

" Kami percaya tambahan baru untuk jajaran printer tekstil digital Epson ini akan menguntungkan bisnis dengan kualitas dan produktivitas cetak yang tinggi,” katanya.

5 dari 5 halaman

Tren dan perkembangan dunia tekstil di Tanah Air

Epson memperkenalkan model printer terbarunya itu untuk pasar Indonesia pada pada Senin, 31 Januari 2022 lalu dengan menggelar soft launching di Bajukertas & Co, Bandung.

Bajukertas & Co merupakan salah satu pengusaha tekstil digital di Indonesia yang memperkuat strategi bisnisnya menggunakan Epson Monna Lisa Evo Tre 16 dan customer pertama di Indonesia pada Epson Monna Lisa Series.

Epson Monna Lisa Evo Tre 16© Epson Indonesia

Soft Launching Epson Monna Lisa Evo Tre 16 dihadiri Muto Yusuke selaku Managing Director of Epson Indonesia dan Yoga Dwi Nugroho Adjie selaku pemilik PT Baju Kertas.

Tidak hanya meluncurkan produk terbaru saja, di acara ini juga diisi dengan talk show dengan beberapa narasumber mengenai tren dan perkembangan dunia tekstil digital di Indonesia.

Kualitas dan presisi baik

Head of Commercial and Industrial Epson Indonesia Lina Mariani menjelaskan Monna Lisa Evo Tre 16 dikendalikan dengan rangkaian printhead baru yang menampilkan teknologi PrecisionCore Epson yang canggih.

Didukung 16 printhead PrecisionCore baru, Monna Lisa Evo Tre 16 dapat mencapai kecepatan cetak produksi maksimum 417 meter persegi/jam (300×600 dpi, 1 pass).

Cuan Bisnis Reklame Pakai Printer 'Signage'

Rangkaian printhead baru ini menggabungkan kualitas, presisi, kecepatan, dan keandalan untuk hasil yang sangat baik.

Epson Monna Lisa Evo Tre 16© Epson Indonesia

" Selain sangat tahan lama, printer ini juga dirancang untuk perawatan yang mudah guna meminimalkan waktu henti," kata dia.

Kemudian, perekat termoplastik konveyor dari printer mampu menahan kain dengan kuat dan aman sebagai upaya menghindari kerutan dan ketidakrataan, sehingga mengurangi masalah operasional dan tentunya juga berkontribusi untuk menghemat biaya produksi.

" Perataan warna simetris memastikan urutan tumpang tindih warna yang konsisten dipertahankan selama pencetakan dua arah, dengan hasil reproduksi warna dan pola sangat seragam, memberikan hasil yang berkualitas baik dan tinggi," katanya.

Beri Komentar