Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mobil (http://blog.emlakdevri.com)
Dream - Menjadi negara kaya merupakan mimpi semua pemerintahan di dunia. Namun apa jadinya jika orang-orang kaya tak lagi menggunakan mobil kesayangannya dan membuangnya sembarangan. Kondisi inilah yang sekarang dikeluhkan warga Arab Saudi.
Penduduk Jeddah mengungkapkan keprihatinannya dengan meningkatnya jumlah mobil rusak yang berserakan di berbagai lingkungan kota.
Juru bicara pemerintah Jeddah, Muhammad Al-Baqmi bertekad untuk memberikan peringatan kepada pemilik mobil yang begitu saja meninggalkan kendaraan yang rusak di tempat parkir atau di depan rumah.
" Pemerintah kota sudah menderek 700 mobil rusak di kota ini," katanya seperti dikutip laman Arabnews, Kamis, 29 Mei 2014.
Sekitar 70 persen dari onggokan mobil-mobil rusak tersebut ditemukan di wilayah pemukiman seperti Al-Ruwais, Al-Baghdadiyah, Al-Sabeel, Al-Mathloum, Al-Balad dan Al-Karantina.
Sebelumnya, seorang warga di Al-Baghdadiyah bernama Ali Matari sempat menyampaikan keluhan kepada walikota tentang adanya lebih dari 40 mobil rusak yang merusak citra lingkungannya.
Sementara warga lain, Ali Al-Ghamdi, menyebutkan bahwa mobil-mobil tersebut dibiarkan teronggok di pinggir jalan selama lebih dari enam bulan. " Ini merupakan ancaman serius bagi kesehatan warga dan lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mobil-mobil tersebut kadang digunakan sebagai tempat sampah oleh penduduk.
Pemerintah kota pun sepakat untuk menempelkan tanda peringatan pada kendaraan yang isinya meminta si pemilik untuk menyingkirkan dalam waktu 15 hari setelah pemberitahuan. Jika tidak, mobil tersebut akan diderek.
" Ini akan dilakukan setelah kami pastikan bahwa tidak ada kegiatan kriminal yang berhubungan dengan mobil tersebut," kata Al-Baqmi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya