Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rompi Antipeluru Dari Sabut Kelapa (Merdeka)
Dream - Berawal dari keprihatin maraknya kejahatan penembakan yang menimbulkan korban jiwa, dua murid SMA Negeri 3 Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil membuat rompi antipeluru.
Mereka adalah Aristio Kevin Ardyaneira Pratama (16) siswa kelas XI dan M Iqbal Fauzi (15). Keduanya siswa kelas XI MIA 5 SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah.
Rompi yang terbuat dari sabut kelapa dan fiber glass itu telah diuji oleh TNI serta Polri. Hasilnya memuaskan. Peluru M 1911 kaliber 0.45 inchi yang ditembakkan dengan jarak 3 meter terpental.
Pemilihan bahan sabut kelapa karena memiliki tekstur kuat menahan berbagai hantaman dari luar. " Sabut kelapa kami pakai karena saat ditarik-tarik ternyata kuat, " kata Kevin, Kamis 11 Desember 2014.
Saat melakukan percobaan tahap pertama mereka sempat gagal, lantaran rompi berbahan sabut itu masih bisa ditembus peluru. Saat itu mereka masih memilih bahan fiber, sabut kelapa dan plat seng.
Tapi kemudian plat seng tidak pakai. Mereka juga pernah mencoba pakai kain celana jeans tapi malah berat. Setelah sempat gagal pada empat kali percobaan, buah karya keduanya pun mendapatkan hasil positif. Percobaan kelima dan enam mereka berhasil.
Selain pelurunya bisa mental, kelebihan lain dari rompi ini tidak bisa ditembus benda tajam. Dari prototipe pertama yang memiliki tebal 2,5 sentimeter dan berat 6 kilogram, saat ini lapisan rompi hanya setebal 1,35 sentimeter dan berat 3 kilogram.
Hasil karya ini mereka namai dengan nama Stab Resistant and Balistik Vest Made From Coconut Fiber. Mereka berharap, hasil karya mereka bisa dikembangkan oleh pemerintah.
" Pengembangan alat ini ke depan digunakan untuk masyarakat sipil, satpam, TNI dan Polri sebagai alat pertahanan diri dan dapat digunakan oleh masyarakat luas," ujar Iqbal.
Rompi antipeluru ini sudah juga diikutkan dalam berbagai ajang kompetisi yaitu 2Nd International Science Project Olimpiade (ISPRO) 2014 di Jakarta berhasil menyabet medali perak.
Kemudian kompetisi Internasional Science Project Olimpiade juga meraih medali perak. Di ajang Karya Cipta Teknologi Tepat Guna di Kota Semarang menyabet juara dua.
(Ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya