Cerita Pilu di Balik Nama Asgar, Tempat Cukur yang Melegenda

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 20 Februari 2019 10:15
Cerita Pilu di Balik Nama Asgar, Tempat Cukur yang Melegenda
Asgar identik dengan nama tempat cukur dengan pencukur berasal dari Garut.

Dream - Sahabat Dream tentu sudah akrab dengan singkatan Asgar yang merupakan kepanjangan dari Asli Garut. Di tengah booming salon khusus pria, Asgar tetap eksis dan menjadi ikon tempat cukur pria. 

Istilah Asgar bahkan telah menjadi sebuah merk tersohor dengan ciri khas berupa tukang cukur yang berasal dari wilayah Selatan Jawa Barat itu.

Namun tahukah kamu jika ada kisah pilu di balik nama Asgar tersebut?

Merujuk buku Peradaban Rambut Nusantara disebutkan jika warga Garut sekitar tahun 1940-an terpaksa mengungsi karena pecahnya pemberontakan DI/TII. Mereka bermigrasi ke berbagai kota di Indonesia.

Selama di daerah pengungsian, warga asli Garut berusah melakukan apapun untuk bertahan hidup. Ada yang memilih menjadi penjual jam, tukang sol sepatu hingga tukang cukur.

Seiring waktu berjalan, profesi tukang cukur semakin banyak digeluti warga Garut. Seperti sebuah DNA dalam tubuh, setiap warga Garut seolah memiliki keahlian memangkas rambut tanpa harus belajar terlalu lama.

Persaudaraan mereka semakin melekat setelah para pencukur rambut Asgar ini berhimpun dalam wadah Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG). Ali Rahman, sesepuh PPRG melaporkan jumlah komunitasnya saat ini sudah memiliki anggota lebih dari 2000 orang.

" Masih banyak seniman cukur rambut asal garut yang belum terdaftar, maka dari itu saya menyuruh mereka untuk pulang karena garut kini sudah punya rumah untuk seniman pangkas rambut" ujar Ali saat peluncuran Buku Peradaban Rambut Nusantara di Jakarta, Selasa 19 Februari 2019.

Bagi para pencukur rambut, Ali mengatakan ada banyak pengetahuan yang harus dimiliki sebelum menjadi tukang cukur profesional. Profesi ini menuntut si pencukur untuk terlebih dahulu memahami karakter rambut, bentuk kepala dan wajah orang lain.

" Ada tiga jurus dalam pangkas rambut sisir, gunting, dan pisau, tanpa 3 itu mungkin tidak akan ada pangkas rambut," ucap dia.

Diakui Ali, profesi tukang cukur saat ini memang semakin beragam dan tidak hanya berasal dari Garut.

Agar tetap bertahan di tengah persaingan tersebut, Ali berpesan agar para pencukur ASGAR selalu menjaga kualitas dalam melayani pelanggan.

Selain Asgar, Buku Peradaban Rambut Nusantara juga menyebut pelopor tukang cukur rambut di Indonesia juga berasal dari Minang, Madura dan Tionghoa.

(Sah, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

Beri Komentar