7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Stan Bale Raos Di Festival Kuliner Nusantara 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Keraton Yogyakarta menjadi destinasi yang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Selain mengenal budaya dan sejarah kerajaan, wisata kuliner menambah keseruan liburan para wisatawan.
Salah satu sajian yang tak boleh dilewatkan yaitu gudeg. Kuliner khas yang selalu identik dengan pemakaian bahan dasar berupa nangka muda. Namun, berbeda dengan restoran yang terletak di belakang wilayah Keraton Yogyakarta ini.
Bale Raos, menyajikan gudeg manggar yang terbuat dari bunga kelapa muda dan tak kalah sedap dari olahan gudeg lainnya. Bahkan setelah tim Dream.co.id mencicipi sajian unik tersebut, rasa gudeg yang biasanya legit, menjadi komposisi yang pas dengan aroma kelapa yang gurih.
Diungkapkan sang koki, Rahmanto, warna merah pekat diperoleh dari racikan daun jati yang digunakan untuk merebus manggar. Sedangkan untuk proses pemasakannya sendiri memakan waktu hingga 12 jam. Di atas api sedang, manggar kelapa yang telah disuwir-suwir harus terus diaduk dengan penuh ketelatenan.
" Ndak usah santan karena kelapanya sudah gurih terus dicampur dengan bumbu rempah biasa dan gula Jawa," ujar Rahmanto yang ditemui di Festival Kuliner Nusantara akhir pekan lalu.
Untuk menambah kelezatan, Rahmanto akan menambahkan sambal krecek goreng dengan kacang merah sebagai pelengkap. Hanya dengan Rp60.000 para pengunjung sudah dapat menikmati sajian yang memuaskan lidah.
Bagi pengunjung yang tertarik untuk mampir, dapat mencarinya di Jalan Magangan Kulon No. 01, Keraton Yogyakarta. Menurut Rahmanto, tak hanya wisatawan lokal yang menggemari gudeg ini namun ratusan wisatawan mancanegara juga ketagihan untuk mencobanya setiap datang ke Bale Raos.

Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?