BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Yutuk/ Foto: Wikipedia
DREAM.CO.ID — Daerah pesisir Kebumen hingga Cilacap tak hanya dikenal dengan pantainya yang memukau, tetapi juga terkenal dengan ragam kuliner unik yang sulit ditemukan di daerah lain. Salah satunya adalah rempeyek yutuk.
Dilansir dari laman Budaya-indonesia.org, Yutuk merupakan camilan gurih berbahan dasar yutuk atau hewan laut kecil mirip undur-undur laut yang hidup di tepi pantai. Dalam taksonomi, undur-undur laut merupakan spesies dalam famili Hippidae.
Rempeyek yutuk dibuat dengan cara mencampurkan yutuk segar ke dalam adonan tepung berbumbu, kemudian digoreng hingga renyah. Prosesnya sederhana, namun menghasilkan cita rasa khas yang memadukan gurih rempeyek dengan rasa laut dari yutuk itu sendiri.
Bentuknya yang unik dan teksturnya yang garing membuat camilan ini cepat menarik perhatian pengunjung. Rempeyek yutuk menjadi salah satu makanan yang banyak dicari wisatawan, terutama saat musim liburan.
Seiring meningkatnya minat pembeli, beberapa UMKM di Kebumen dan Cilacap mulai mengembangkan rempeyek yutuk dalam berbagai ukuran dan kemasan, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh. Rempeyek ini juga tahan lama, sehingga aman dibawa pulang ke luar kota.
Pemerintah daerah turut mendorong promosi kuliner ini sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi masyarakat pesisir. Rempeyek yutuk dianggap mampu menjadi ikon kuliner yang memperkuat identitas Kebumen.

Dengan tekstur renyah, aroma khas, dan rasa gurih yang menggugah selera, rempeyek yutuk menjadi camilan wajib dicoba saat berkunjung ke Kebumen atau Cilacap. Sekali mencicipi, banyak wisatawan mengaku sulit berhenti sebelum rempeyeknya habis.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
