Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Lagi banyak kerjaan dan deadline super padat, bawaannya kok jadi laper dan ingin ngemil terus ya? Pernah mengalami hal seperti ini, Sahabat Dream? Kalau saat mengalami kondisi stres kamu cenderung melampiaskannya pada makanan, bisa jadi tanda mengalami stress eating nih.
Sebagian orang memang ada yang menjadikan makanan sebagai stress relieve atau pelampiasannya saat stres menyerang. Namun, kalau jadinya overeating jelas bisa mempengaruhi kesehatan karena rentan menyebabkan obesitas. Biar nggak terjebak oleh drama stress eating, ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Sebelum mengambil makanan, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah cek kondisi tubuhmu terlebih dulu. Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu benar-benar lapar atau hanya sekadar pengalihan perhatian?
Ambil napas panjang dan fokus pada kondisi mentalmu sendiri untuk menemukan jawabannya. Jika benar-benar lapar, tubuh akan menentukan berapa jumlah makanan yang dibutuhkan. Tapi jika memang tidak lapar, tahan diri untuk nggak mengonsumsi apapun.

Kalau masih merasa ingin makan padahal tidak merasa lapar, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan nih. Pertama, kamu bisa menahan diri selama 10 menit sebelum memutuskan untuk makan sesuatu. Dalam durasi ini, biasanya keinginan makan akan hilang dalam sendirinya. Jika ingin lebih membantu, alihkan perhatian dengan melakukan hal lain yang memerlukan fokus dan konsentrasi, misalnya saja main game.

Jika sudah memahami kalau memiliki masalah dengan nafsu makan yang meningkat saat sedang stres, cobalah untuk mencari metode stress relieving yang lain selain lewat makanan. Makan nggak menyelesaikan masalah, jadi cobalah temukan hal lain yang bisa membantu mengurangi beban pikiran tersebut.
Berbagi cerita dengan teman atau jalan kaki sore saat sedang penat bisa jadi alternatif yang bisa dicoba. Kalau perlu buatlah daftar hal apa saja yang disukai untuk mengurangi stres tanpa makanan dan cobalah lakukan untuk mengurangi stres yang dirasakan.

Menghentikan kebiasaan stress eating memang harus dilakukan secara bertahap, nggak bisa berhenti total sekaligus. Untuk mendukung hal ini, sebaiknya coba untuk mulai lebih selektif lagi memilih cemilan saat stres.
Kalau biasanya cake cokelat, pizza, atau menu junk food lainnya selalu jadi pilihan saat stress eating, kali ini ganti dengan cemilan yang lebih sehat. Misalnya saja buah potong, salad, atau kacang-kacangan. Buat aturan juga seberapa banyak kamu bisa mengonsumsinya, supaya tidak berlebihan.
Beberapa poin di atas bisa jadi panduan untuk mengatasi stress eating yang sering muncul saat sedang dikejar deadline pekerjaan dan berbagai masalah lainnya. Dengan mengontrol pola makan sehari-hari, tandanya kamu juga berperan untuk menjaga tubuh tetap sehat, Sahabat Dream!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya