Medsos (3): Media Sosial Kerek Ninih Penjual Getuk Jadi Artis

Reporter : Ramdania
Senin, 18 Mei 2015 20:34
Medsos (3): Media Sosial Kerek Ninih Penjual Getuk Jadi Artis
Tidak tenggelam dalam ketenaran dunia maya, gadis cantik ini mencoba realistis dengan tetap berjualan getuk. Ia pun bercita-cita jadi dokter.

Dream – Di sebuah siang yang berdebu. Pada jembatan penyeberangan halte TransJakarta di sekitar Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, seorang wanita duduk berjongkok. Punggungnya dia senderkan ke besi jembatan.

Ia mengenakan baju biru lengan panjang dan celana panjang berwarna coklat. Jakarta yang terik membuat dia beberapa kali menghapus butiran keringat yang merembes di dahinya.

Di depannya, dua buah keranjang plastik terbuka separuh. Yang satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna biru. Isinya pengganan getuk. Sebuah makanan tradisional terbuat dari singkong yang ditabur kelapa dan gula di atasnya. Terbungkus rapi dalam kotak plastik transparan. Isi masing-masing kotak plastik itu enam buah getuk.

Sesekali penumpang TransJakarta yang melintas, tertarik melihat dagangannya. Mereka pun berhenti dan melihat-lihat. Gadis itu dengan ramah melayani calon pembeli. Yang membedakannya dari pedagang asongan lain barangkali adalah wajahnya. Wajahnya ayu dan  manis.

Lalu, entah siapa yang memulai. Ada yang tertarik memfotonya saat berjualan getuk. Lalu menggungahnya ke media sosial akhir tahun lalu.

Jagat maya pun pun gempar. Mereka terpana sekaligus terenyuh melihat seorang gadis cantik  berjualan getuk di panas Jakarta yang menyengat. Ramai di media sosial, gadis itu pun dengan segera menjadi bidikan media massa. Namanya pun sontak terangkat ke permukaan.

Nama gadis penjual getuk itu adalah Turinih. Dia lebih dikenal dengan Ninih si penjual getuk berparas ayu. Kepada Dream yang menghubunginya pekan lalu, Ninih sendiri mengaku sangat bersyukur atas ketenarannya saat ini.

Pasalnya, tidak hanya penghasilan dari penjualan getuknya yang melonjak tinggi, tetapi berbagai tawaran menjadi artis pun dia terima.

Kini, gadis asal Indramayu itu sudah menelurkan sebuah lagu berjudul " Selingkuh 3 Kali" di bawah manajemen E-Komando milik Eko Patrio.

" Alhamdulillah, Ninih bersyukur sekali karena sempat heboh di media sosial waktu itu. Jadi ada perubahan rezeki," ujarnya kepada Dream, Rabu, 13 Mei 2015.

Ninih menyatakan jika lagu single perdananya ini laris manis di pasaran, maka pihak manajemen akan membuatkan single kedua.

Sementara menunggu pembuatan single kedua tersebut, Ninih dijadwalkan pihak manajemen untuk mengikuti latihan vokal. Ini ditujukan guna mengasah vokal dan cengkok perempuan 18 tahun ini supaya lebih maksimal.

" Sekarang yang single perdana 'Selingkuh 3 Kali' sudah tayang, nanti katanya akan dibuat lagu lagi kalau hasilnya bagus. Tapi, sejauh ini respon masyarakat positif. Alhamdulillah," jelasnya.

Pada saat promosi video lagu teranyarnya itu di bilangan Jalan Sudirman, Januari lalu, Ninih si Penjual Getuk ini tidak lupa dengan asal usulnya dulu. Dia membagikan getuk gratis kepada orang-orang yang lalu-lalang.

1 dari 3 halaman

Meski Sudah Jadi Artis, Ninih Masih Berusaha Jadi Dokter

Meski Sudah Jadi Artis, Ninih Masih Berusaha Jadi Dokter © Dream

Selain sibuk mengasah kemampuannya di dunia tarik suara, perempuan kelahiran Indramayu, 26 Mei 1996 ini juga mengisi waktu dengan mengikuti berbagai casting sinetron dan acara televisi lainnya.

" Sambil menunggu kelanjutan single-nya, belum ada tawaran lagi, jadi lagi ikut casting saja," ungkapnya.

Namun, Ninih menilai ketenarannya saat ini tidak akan berlangsung lama. Hal ini terlihat pada beberapa selebritas media sosial lainnya, mudah melejit, tetapi mudah juga meredup. Untuk itu, dia telah menyiapkan beberapa rencana ke depannya.

" Kalau ada rezeki, rencananya mau buat toko. Jadi tidak lagi berjualan di jalan," ungkapnya.

Walau sudah terkenal dan kini menjadi penyanyi, Ninih mengaku masih menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang getuk di jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jika tidak ada tawaran mengisi acara televisi atau wawancara, dia tetap menjajakan dagangannya di sekitar Kuningan, Jakarta.

Dia berangkat setiap pagi dari kost-annya di kawasan Cipinang Indah, Jakarta Timur. Sebelumnya, Ninih dan kakaknya, Lina, menyewa sebuah kamar di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Tidak hanya ingin membuat toko, rupanya Ninih juga masih ingin mencapai cita-cita yang telah dipendam sejak kecil, yaitu menjadi dokter.

" Sekarang sedang kejar paket, tetap ingin jadi dokter," tegas perempuan lulusan SD ini.

2 dari 3 halaman

Jalan Hidup Ninih Menghadapi Kerasnya Ibukota

Jalan Hidup Ninih Menghadapi Kerasnya Ibukota © Dream

Perempuan berparas ayu itu awalnya datang ke Jakarta atas ajakan bibinya. Dia berencana mencoba peruntungannya di ibukota bersama sang kakak.

Akhirnya, dia memutuskan berjualan getuk, panganan khas Jawa. Ninih berjualan untuk membantu ekonomi orangtuanya yang tinggal di kampung. Di Indramayu, bapak ibunya bekerja sebagai buruh tani.

Dia merantau ke Jakarta dan hidup bersama kakaknya, Lina. Mereka tidur di sebuah kamar kontrakan kecil dengan biaya sewa Rp 350 ribu per bulan.

Kakaknya ini yang biasa membuat getuk, sementara Ninih membantunya menyiapkan panganan dari singkong itu. Tidak hanya getuk, Lina juga menjual pecel. Ketika berjualan, mereka saling berdampingan.

Tidak terpikir oleh anak ketiga dari lima bersaudara itu bisa menjadi terkenal seperti saat ini mengingat latar pendidikan yang rendah dan kemampuan yang minim. Namun, dengan paras yang di atas standar pedagang asongan lainnya dan penampilan yang rapi, publik pun 'melirik' Ninih.

Dengan kondisi masyarakat yang tengah gandrung dengan media sosial, Ninih pun langsung menjadi pesohor di dunia maya. Dampak yang langsung dia rasakan adalah dagangan getuknya laris manis.

Biasanya Ninih harus berjualan sampai pukul 12 siang dengan membawa sisa getuk yang tidak terjual. Tetapi setelah dirinya terkenal, sekitar pukul 9-10 pagi, dagangannya telah ludes dibeli pelanggan. Tidak jarang, dia juga sering dipanggil ke kantor sekitar Kuningan, dan getuknya diborong para karyawan kantor itu.

Alhasil, penghasilan yang diperolehnya pun meningkat cukup signifikan dari Rp 100 ribu per hari menjadi Rp 300 ribu sehari.

3 dari 3 halaman

Transformasi Ninih, dari Penjual Getuk Hingga Jadi Artis

Transformasi Ninih, dari Penjual Getuk Hingga Jadi Artis © Dream

Tidak hanya itu, berbagai tawaran mengisi acara televisi dan wawancara di media pun berdatangan. Bahkan banyak jadwal pemotretan yang harus dia datangi.

Sosok Ninih yang tampil sederhana pun terpoles layaknya selebritas lainnya. Gerik-gerik Ninih pun menjadi incaran mata media.

Meski keadaannya kini telah berubah drastis, Ninih mengaku tidak ada perubahan dari dirinya. Dia masih seorang gadis muda sederhana.

Bahkan, penghasilan tambahan dari karir keartisannya itu, tidak dibelanjakan pakaian atau barang mewah. Dia menabungnya dan sebagian diberikan kepada orang tuanya di kampung.

Kesederhanaan Ninih walau sudah jadi pesohor dunia maya, barangkali bisa menjadi pembelajaran bagi semua orang agar tidak hanyut dalam kesenangan instan.

Dari Ninih kita belajar, setiap orang tetap harus terus berusaha dan terus mengejar cita-cita, seraya tidak lupa bersyukur. Pasalnya, apa yang kita dapat hari ini, bisa saja sewaktu-waktu diambil kembali, jika Tuhan telah berkehendak. Siapa bilang tidak…

Beri Komentar