Wanita Indonesia (Shutterstock.com)
Dream - Sebagian besar wanita Indonesia rupanya tidak merasa cantik meski tersedia banyak pilihan kosmetik dan perawatan. Mereka masih sering tidak percaya diri dengan penampilannya.
Fakta ini didapat dari survei Indonesia Beauty Confidence Report 2018. Jajak pendapat yang dibuat brand perawatan kecantikan Dove ini melibatkan 300 responden wanita Indonesia.
Survei tersebut menunjukkan 84 persen responden mengaku tidak merasa cantik. Sebanyak 72 persen di antaranya percaya kesuksesan didapatkan dengan memenuhi standar kecantikan tertentu.
" Masih banyak wanita yang tidak percaya diri, bisa jadi karena the culture shapes the idea (budaya yang membayangi pemikiran)," tutur Tokoh Perempuan Indonesia, Meutia Hatta, di Eastern Opulence, Jakarta, Selasa 25 September 2018.
Meutia mengatakan, saatnya wanita Indonesia mendefinisikan sendiri apa itu kecantikan. Bukan berdasarkan segala hal di luar, tapi dalam diri wanita itu sendiri.
" Inner beauty affects so much to our appearance (Kecantikan dari dalam berpengaruh besar pada penampilan kita)," kata Meutia.
Kecantikan kerap digambarkan tubuh langsing, kulit putih, kaki jenjang dan hidung mancung. Padahal, standar tersebut tidak berlaku untuk semua orang.
Di beberapa daerah, misalnya, terdapat penilaian kecantikan tercermin dari kulit gelap, kaki besar, dan lain sebagainya. Ada pula daerah yang masyarakatnya memandang kecantikan dari kemampuan sebagai wanita.
Pendiri Yayasan SOKOLA, Butet Manurung, mengalami sendiri hal itu. Menurut dia, masyarakat Jambi tidak pernah menganggapnya cantik lantaran berperawakan tinggi dan berhidung besar.
" Di sana (Jambi), cantik itu yang berkaki pendek, berhidung pesek, pintar mendaki dan memanjat pohon," kata Butet.