Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Indonesia (Shutterstock.com)
Dream - Sebagian besar wanita Indonesia rupanya tidak merasa cantik meski tersedia banyak pilihan kosmetik dan perawatan. Mereka masih sering tidak percaya diri dengan penampilannya.
Fakta ini didapat dari survei Indonesia Beauty Confidence Report 2018. Jajak pendapat yang dibuat brand perawatan kecantikan Dove ini melibatkan 300 responden wanita Indonesia.
Survei tersebut menunjukkan 84 persen responden mengaku tidak merasa cantik. Sebanyak 72 persen di antaranya percaya kesuksesan didapatkan dengan memenuhi standar kecantikan tertentu.
" Masih banyak wanita yang tidak percaya diri, bisa jadi karena the culture shapes the idea (budaya yang membayangi pemikiran)," tutur Tokoh Perempuan Indonesia, Meutia Hatta, di Eastern Opulence, Jakarta, Selasa 25 September 2018.
Meutia mengatakan, saatnya wanita Indonesia mendefinisikan sendiri apa itu kecantikan. Bukan berdasarkan segala hal di luar, tapi dalam diri wanita itu sendiri.
" Inner beauty affects so much to our appearance (Kecantikan dari dalam berpengaruh besar pada penampilan kita)," kata Meutia.
Kecantikan kerap digambarkan tubuh langsing, kulit putih, kaki jenjang dan hidung mancung. Padahal, standar tersebut tidak berlaku untuk semua orang.
Di beberapa daerah, misalnya, terdapat penilaian kecantikan tercermin dari kulit gelap, kaki besar, dan lain sebagainya. Ada pula daerah yang masyarakatnya memandang kecantikan dari kemampuan sebagai wanita.
Pendiri Yayasan SOKOLA, Butet Manurung, mengalami sendiri hal itu. Menurut dia, masyarakat Jambi tidak pernah menganggapnya cantik lantaran berperawakan tinggi dan berhidung besar.
" Di sana (Jambi), cantik itu yang berkaki pendek, berhidung pesek, pintar mendaki dan memanjat pohon," kata Butet.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya