Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendukung Tabula Rasa. (Foto: Vemale.com)
Dream - Kata Tabula Rasa memang identik dengan rasa. Anda pun pasti berpikir tentang kuliner yang memiliki rasa lezat dan nikmat. Memang, film ini merupakan drama keluarga yang menceritakan tema kuliner nusantara.
Tabula Rasa merupakan film garapan sutradara Adriyanto Dewo dan penulis Tumpal Tampubolon yang diproduseri oleh Sheila Timothy. Film ini mempunyai cerita yang berbeda dan menjadi terobosan baru bagi dunia perfilman Indonesia. Karena film ini menceritakan sebuah keluarga dengan menggunakan kekayaan kuliner Indonesia sebagai cerita utama.
Dikutip dari laman Vemale.com, Sheila Timoty selaku produser film mendapat ide empat tahun lalu. Bermula dari ibunya yang jago masak. Hobinya juga senang acara tv kuliner. dan film kuliner jarang banget dan terinspirasi dari sang ibu.
" Filosofi film ini ada banyak sih sebenarnya, dan yang paling utama tentang beragamnya budaya Indonesia. Dari Barat ada Sumatra Barat dari Timur di Papua, beda warna kulit pasti beda rasa masakannya," tambah Sheila.
Proses pembuatan film kuliner ini berbeda dari film pada umumnya. Itulah yang membuat sutradara tertantang menggarap Tabula Rasa.
Mengalami kesulitan pada saat adegan makan tak hanya dialami Adriyanto sebagai sutradara, akan tetapi para pemain terutama Jimmy juga merasakan susahnya berakting dengan adegan makan.
" Susah ya, apalagi adegan makan terus sambil nangis, itu susah sekali. Karena kita harus nangis kan kalau nggak berhasil take ulang lagi terus makan lagi," kata salah satu pemeran, Jimmy Kobogau.
Menurut Sheila, film Tabula Rasa adalah film Indonesia pertama yang mengangkat tema kuliner. Sehingga film ini benar-benar harus membutuhkan riset dan observasi kehidupan sehari-hari masyarakat Minang dan Papua. Riset yang tepat tidak asal-asalan dalam pembuatannya.
" Film ini dibuat dengan rasa dan cinta serta mempunyai harapan baik agar masyarakat dapat menerima dengan baik film Tabula Rasa," tutup Sheila dengan memberikan harapan.
(Ism, Sumber: Vemale.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya