Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PRAISE Punya Cara Unik Untuk Mengurangi Timbunan Sampah Di Jakarta. (Foto: Dream.co.id/Cynthia Amanda Male)
Dream – Padatnya penduduk Jakarta menyebabkan timbunan sampah setiap tahunnya terus melonjak. Tanpa pengelolaan yang baik, sampah itu bisa mengakibatkan lingkungan yang kumuh dan penyakit.
Agar timbunan sampah bisa bermanfaat, sampah perlu dikelola dengan cara dipilah sesuai jenisnya.
" Pemerintah sudah menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah nasional (JAKSTRANAS). Semoga hal tersebut bisa mengurangi sampah sebesar 30 persen di tahun 2025 dan menekan tumpukan sampah sebesar 70 persen," kata Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar, di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2018.
Menurut Novrizal, rata-rata sampah yang dihasilkan secara nasional sebanyak 0,7 kilogram per hari. Terdengar sedikit. Tapi coba ditotalkan selama setahun dan total penduduk Indonesia. Sampah yang dibuat satu orang Indonesia dalam satu hari mencapai total 65,8 juta ton di tahun 2017.
Khusus untuk Jakarta, total sampah yang dibuang masyarakat metropolitan ini mencapai 6.500-7.000 ton per hari.
Riset Sustainable Waste Indonesia (SWI) di tahun 2018 menemukan jika 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak dikelola. Sementara 69 persen lannya hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
" Sejauh ini, hanya 7 persen sampah yang berhasil didaur ulang. Untuk bisa didaur ulang, sampah harus dipilah. Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk melakukan hal tersebut," kata perwakilan PRAISE, Sinta Kaniawati.
Menurut Sinta, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih minim. Padahal fasilitas tempat sampah organik dan non-organik sudah mulai banyak tersebar di beberapa tempat umum.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 mencatat hanya 18,84 persen masyarakat Indonesia yang memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Tergerak dengan kondisi memprihatikan tersebut, komunitas peduli kelestarian alam yang tergabung dalam Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable (PRAISE) berinisiatif membuat pengembangan model kolaboratif sistem pengelolaan sampah.
Program ini diawali dengan menyebarkan 100 unit dropping box di berbagai tempat di Jakarta. Kawasan seperti pertokoan, fasilitas publik, perkantoran dan institusi pendidikan menjadi sasaran pertama PRAISE.
" Kami menyambut baik gerakan dari seluruh pihak supaya bisa mendorong tumbuhnya circular economy yang komprehensif seperti collecting system. Dengan ini, kita bisa menciptakan circular ecnomy,” kata Novrizal.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya