Ilustrasi
Dream - Bayi mudah sekali mengalami perut kembung karena banyak sekali gas di dalamnya. Hal ini karena aktivitas ususnya sangat aktif dan memproduksi gas terus-menerus. Terutama pada bayi yang baru belajar makan-makanan padat.
Ada beberapa gejala ketika bayi merasa sangat kembung dan sulit untuk buang angin. Menurut Ari Brown, dokter anak dan penulis buku Baby 411, ketika bayi terus
menggeliat, berguling dan menarik kakinya itu pertanda kalau sedang kembung dan kesulitan buang angin.
Ada teknik tertentu yang bisa dilakukan untuk membantu bayi mengeluarkan gas.
" Mulailah dengan menempatkan bayi pada permukaan yang datar dengan posisi telentang. Lalu, pijat ringan perutnya ke arah atas. Atau, gerakkan kaki bayi seperti sedang bersepeda, tarik ke arah luar, lalu ke arah dalam, lakukannlah berulang kali. Hal itu bisa membantu pengeluaran gas," kata Brown.
Memandikannya dengan air hangat juga mempermudah keluarnya gas dari tubuh bayi. Pemberian suplemen probiotik bisa dilakukan agar lancar buang angin. Untuk suplemen ini bisa dibeli di apotek atau berkonsultasi dulu dengan dokter.
Demi mencegah terjadinya gas berlebih, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Bagi bayi yang masih ASI, pastikan seluruh bagian areola payudara ibu masuk ke dalam mulut. Hal ini
meminimalisir jumlah udara yang masuk ke pencernaan.
Sementara bagi bayi yang menggunakan botol, posisikan mulut bayi dengan benar pada bagian dot botol, jangan hanya di bagian ujungnya saja.
Hindari juga membuat jadwal makan yang terlalu dekat, karena bisa memicu produksi gas yang tinggi. Penggunaan dot atau empeng dalam waktu lama juga sebaiknya dihindari karena memicu penghisapan udara berlebih.
(Ism, Sumber: Parents)
Advertisement