5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Penemuan Kapal Terperangkap Dalam Es Memicu Berbagai Spekulasi. (Foto: YouTube MrMBB333)
Dream - Seorang YouTuber terkejut menemukan kapal yang terawetkan dalam kondisi beku di dalam bongkahan es melalui aplikasi Google Earth.
Kapal berselimut es itu panjangnya diduga mencapai 130 meter lebih. Penemuan kapal itu telah memicu teori konspirasi tentang adanya sebuah misi rahasia.
YouTuber dengan akun MrMBB333, yang menyebut dirinya sebagai Earth Watchman atau Penjaga Bumi. Awalnya dia mengunggah video perubahan di alam semesta dan penyebabnya.
Salah satu netizen mengirimkan koordinat daerah yang terletak antara Antartika dan Selandia Baru. Daerah itu mereka klaim sebagai tempat kapal besar yang membeku di antara gunung es.
Saat MrMBB333 memperbesar koordinat daerah tersebut dalam tampilan 3D, dia melihat salah satu bongkahan es menyerupai bentuk kapal.
Penampakan kapal tersebut sangat jelas, menunjukkan bagian lambung, area dek utama, dan cerobong asap di atasnya.

Kapal tersebut dalam posisi miring di dalam air yang dikelilingi oleh formasi es yang sangat luas. Menggunakan alat pengukur Google Earth, kapal itu panjangnya 130 meter.
Untuk menyelamatkan kapal berukuran sedemikian besar, maka akan membutuhkan upaya luar biasa untuk membebaskannya dari perangkap es.
MrMBB333 menyebut kapal itu kemungkinan adalah kapal pesiar yang terperangkap di dalam es saat melayari Antartika.
" Sebuah kapal pesiar 130 meter hanya bisa diam di sana di lepas pantai Antartika tepat di area ini, tepat di bawah Selandia Baru," katanya dalam video.
Penemuan foto kapal misterius di Antartika ini menimbulkan berbagai spekulasi dari netizen. Kebanyakan mengaitkannya dengan misi rahasia pemerintah.
" Aku heran mengapa politisi, mantan astronot, dan pemimpin agama sering diundang ke Antartika dan seluruh dunia masih belum tahu untuk apa," tulis seorang netizen.
Netizen lainnya menuduh beberapa pemerintah negara di dunia sengaja menutupi keberadaan makhluk alien yang mungkin saja berada di bawah kapal misterius itu.
" Kesombongan mereka pada akhirnya menghancurkan mereka ketika alien-alien ini memutuskan untuk bangkit dan menampakkan diri tanpa kompromi," katanya.
Ada juga yang berteori bahwa kapal-kapal seperti ini sengaja dibangun sebagai tempat berlindung para elit dunia ketika terjadi bencana besar di Bumi.
" Seperti yang terjadi di film 2012, saya diberitahu beberapa tahun lalu kapal-kapal dibangun di bawah tanah seperti di foto itu untuk menyelamatkan para elit dan orang-orang kaya ketika Pulau Canary diterjang gempa bumi dahsyat," tulis netizen lainnya.
Sumber: Mirror Online
Dream - Salah satu hikmah di balik pandemi Covid-19 adalah berkurangnya tingkat polusi udara dan air akibat menurunnya aktivitas manusia secara signifikan.
Salah satu dampaknya, perairan yang selama ini menjadi keruh menjadi lebih jernih. Sehingga dasar perairan yang tak terlalu dalam bisa terlihat dri permukaan.
Itu pula yang membuat benda-benda bersejarah di bawah danau yang sebelumnya sulit terlihat, sekarang malah 'menampakkan' dirinya.
Salah satu benda bersejarah tersebut adalah gereja kuno di Turki yang berada di kedalaman tiga meter di Danau Iznik.
Gereja kuno yang berjarak 50 meter dari pinggiran danau itu sekarang terlihat lebih jelas karena airnya tampak jernih.
Menurut laporan, gereja yang pertama kali ditemukan kembali pada tahun 2014 itu telah tersembunyi di bawah air selama 1.600 tahun.

Mustafa sahin, kepala arkeologi di Universitas Bursa Uludag, telah mencari gereja kuno ini di tepi danau selama beberapa tahun.
" Ketika pertama kali melihat gambar-gambar danau, saya cukup terkejut melihat struktur gereja yang jelas. Saya melakukan survei lapangan di Iznik sejak 2006, dan saya belum menemukan struktur yang luar biasa seperti itu," kata Sahin.
Gereja bergaya Romawi, yang dikenal sebagai basilika, dibangun di tepi danau sekitar tahun 390 Masehi. Saat itu Iznik dikenal sebagai Nicea dan Istanbul adalah Konstantinopel.
Para arkeolog yakin gereja ini mungkin menyembunyikan harta karun lain di bawahnya yaitu kuil pagan.
Gereja ini dibangun di atas kuil yang khusus dipersembahkan untuk dewa Romawi Kuno, Apollo, yang juga menjadi dewa orang Yunani Kuno.
Sahin menambahkan bahwa penemuan paling penting termasuk beberapa kuburan di bawah dinding utama basilika, yang dikenal sebagai dinding bema.
Beberapa koin yang ditemukan di kuburan itu berasal dari masa pemerintahan kaisar Romawi Valens (yang memerintah dari tahun 364 hingga 378 M) dan Valentinian II (yang memerintah dari tahun 375 hingga 392).
Penemuan benda-benda ini menunjukkan bahwa basilika ini dibangun setelah tahun 390 M.
Sumber: IndiaTimes.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?