Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Menurut penelitian terbaru, wanita hamil yang minum kopi atau bahkan makan makanan dengan kadar kafein rendah, akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan kelebihan berat badan.
Sebuah studi dalam jurnal British Medical Journal Open menemukan, hubungan antara porsi kafein dan pertumbuhan berat badan bayi.
Disebutkan, kafein yang dicerna dalam jumlah tertentu mendatangkan risiko kelebihan berat badan yang lebih besar, selama beberapa tahun pertama kehidupan seorang bayi setelah dilahirkan.
Sebelumnya, ibu hamil direkomendasikan untuk membatasi jumlah porsi kafein yang mereka konsumsi. Dan studi ini menguatkan rekomendasi tersebut.
" Kafein meresap dengan cepat melalui jaringan, termasuk plasenta. Selain itu, tubuh juga butuh waktu lebih lama untuk menyingkirkan pengaruh kafein selama kehamilan," jelas BMJ Open.
" Studi ini telah dikaitkan dengan risiko keguguran yang tinggi dan terganggunya pertumbuhan janin," tambah jurnal tersebut.
Penelitian baru ini didasarkan pada informasi dari hampir 51.000 ibu yang melaporkan asupan kafein mereka melalui berbagai item seperti kopi, teh, minuman ringan, coklat atau susu coklat dan makanan penutup seperti kue.
Informasi itu kemudian dibandingkan dengan data berat dan tinggi anak pada usia 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, 8 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun dan 8 tahun.
Hasilnya, wanita hamil yang mengonsumsi kurang dari 50 miligram kafein setiap hari, yang dikategorikan dalam kelompok asupan rendah, adalah satu-satunya yang tidak melihat anak-anak mereka mengalami pertumbuhan berlebihan pada masa bayi.
Tetapi wanita hamil yang mengonsumsi kafein selain jumlah tersebut, memiliki anak-anak yang berisiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan pada usia 3 dan 5 tahun.
Wanita hamil yang mengonsumsi kafein dalam porsi lebih besar mengalami risiko yang terus meningkat ketika anak mereka berusia 8 tahun. Bobot anak-anak mereka lebih berat 453 gram daripada rekan-rekan mereka.
" Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat yang paling banyak dikonsumsi di dunia," kata para peneliti dalam studi tersebut.
Meskipun rekomendasi umum untuk asupan kafein saat hamil dibatasi kurang dari 200 miligram sehari, setara dengan sekitar dua cangkir kopi. Penelitian ini akan mengelompokkan ibu-ibu tersebut ke dalam asupan rendah atau rata-rata — kelompok yang juga memiliki efek pada berat badan anak mereka.
(ism, Sumber: Newsweek)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya