Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Adik Meninggal Tak Wajar, Kini Sang Kakak Idap Penyakit Aneh, Diduga Santet.
Dream - Sudah tiga tahun Qistina (bukan nama sebenarnya) menderita akibat penyakit misterius. Berbagai usaha dilakukan untuk mengobatinya namun keadaannya masih sama.
Qistina bukan satu-satunya yang mengidap penyakit aneh tersebut. Adik lelaki dan istrinya juga menderita penyakit sama hingga mereka berdua menemui ajal secara mendadak.
" Siapa yang tidak sedih dengan kepergian anggota keluarga tersayang. Yang mengherankan kematian mereka terjadi setelah menderita penyakit misterius yang sampai kini tidak terungkap.
" Setelah kematian mereka, saya juga diserang penyakit yang sama hingga pikiran saya buntu dengan keadaan yang terjadi pada diri saya," kata Qistina.
Menceritakan kondisinya, Qistina menduga ada pihak yang menaruh dendam karena adiknya mendapat tanah warisan Allahyarham ayahnya. Kebetulan waktu masih hidup, adik lelakinya tinggal di rumah warisan keluarga tersebut.
Sejak mengalami penyakit misteri itu, bukan saja kesehatan Qistina yang terganggu. Tapi Qistina juga sering mengalami teror di rumahnya yang bersebelahan dengan rumah warisan Allahyarham ayahnya hingga dia tidak tahan dan memutuskan pindah ke tempat lain.
Menurut Qistina, sebelum ini rumah warisan itu didiami oleh Allahyarham adiknya karena yang lainnya, termasuk dirinya, sudah mempunyai tempat tinggal sendiri.
" Allahyarham ayah tidak pernah menceritakan hartanya. Namun karena saudara yang lain sudah punya rumah sendiri, jadi adik tinggal di situ bersama istri dan empat anaknya sejak ayah kami meninggal dunia.
" Namun, sejak dia tinggal di rumah itu, mulailah episode menyeramkan ketika adik dan istrinya tiba-tiba jatuh sakit sebelum meninggal dunia," katanya.
Qistina mengatakan pada awalnya dia tidak percaya adik kesayangannya itu sakit akibat disantet. Tetapi setelah dirinya sendiri mengalami masalah yang sama, barulah dia mulai percaya ada sesuatu yang aneh terjadi.
Kisahnya, pada suatu hari, perut Qistina tiba-tiba terasa mendidih seperti gastrik namun rasa sakitnya berlipat ganda hingga membuat dia kerap mengambil cuti sakit.
" Awalnya saya mengira karena sering telat makan. Sempat berobat ke dokter, namun hanya sembuh sebentar. Tak lama penyakit itu menyerang lagi sampai perut dan dada seperti ditusuk-tusuk hingga mengganggu pekerjaan saya.
" Yang membuat saya gelisah, hal yang sama pernah terjadi pada Allahyarham adik saya sampai dia tak kuat menahan sakit meski berbagai cara telah dilakukan untuk mengobatinya," ceritanya.
Tidak cukup sampai di situ, Qistina mengaku perutnya menjadi keras, dan rasa sakitnya menyebar ke seluruh badan.
Setiap kali serangan penyakit itu datang, Qistina selalu menangis karena tak kuat menahan sakitnya.
Lebih menyeramkan lagi, serangan penyakit aneh itu selalu terjadi pada waktu malam. Terkadang disertai dengan kemunculan sosok aneh dan badannya menjadi lebam ketika bangun tidur.
" Berobat ke rumah sakit, tidak ada satu dokter pun yang menemukan penyakitnya. Sehinggalah kakak sulung saya memanggil seorang ustaz untuk melihat keadaan saya yang semakin memburuk.
" Seperti dugaan, saya terkena santet dan proses 'membuang' itu memang cukup menyiksa... saya sampai kelelahan, begitu juga ustaz dan tiga pembantunya.
" Ada beberapa jenis santet yang dikirimkan kepada saya yang membuat proses untuk mengeluarkannya menjadi sulit dan butuh tenaga banyak," katanya.
Qistina menduga pihak yang melakukan perbuatan terkutuk itu mungkin menaruh dendam dengan keluarga mereka selama ini.
" Saya sudah perkirakan ini perbuatan seseorang yang kami kenal tetapi saya anggap perkara itu sebagai ujian. Hingga kini saya masih berobat dalam usaha 'membuang' sisa santet dikirimkan kepada saya.
" Mirisnya, orang tersebut berlagak seolah-olah orang yang. Dia bahkan mengetahui saya sedang berobat. Tapi dia terus mencoba untuk mengirim berbagai macam santet kepada saya," pungkasnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya