Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tisu basah menjadi salah satu item yang sepertinya selalu ada di tas. Banyak yang menggunakannya untuk membersihkan sisa makanan pada mulut ataupun tangan.
Namun menurut studi yang dikutip Worldobserveronline, tisu basah dapat mengakibatkan kulit ruam merah, gatal bahkan bersisik. Reaksi alergi tersebut dapat berisiko eksim, impetigo dan psoriasis.
Profesor Dermatologi dan Pediatri di University of Connecticut School of Medicine, dr Mary Wu Chang mengatakan selama dua tahun ini ada enam anak yang diidentifikasi menderita ruam misterius akibat tisu bayi.
Reaksi alergi itu diperkirakan disebabkan oleh bahan kimia yang ada dalam tisu basah bayi. Penelitian dr Chang itu ditulis dalam Jurnal Medis Pediatrics.
Pasien pertamanya, gadis 8 tahun yang memiliki ruam di sekitar mulut dan di bokong. Kemudian dr Chang memberikan antibiotik dan steroid. Namun sayang obat itu tidak bertahan lama, beberapa waktu ke depan reaksi alergi tersbeut muncul kembali.
Setelah menyelidiki riwayat kesehatan anak tersebut, dokter menyadari anak itu menderita gangguan alergi bahan kima yang ada di tisu bayi, krim tangan dan lotion.
Di tahun terakhir, beberapa manufaktur menaikkan konsentrasi bahan kimia dalam produk kosmetik, dan ini terjadi sering hingga 25 kali.
" Terlalu sering menggunakan tisu basah juga dapat mengakibatkan intoleransi lebih besar bahan kimia yang digunakan pada kebanyakan produk rumah tangga. Setelah tes alergi dan menghilangkan kebiasaan memakai tisu basah ruam gadis kecil itu menghilang," kata Chang.
Chang mengatakan, para ibu bukan berarti tidak boleh menggunakan tisu basah bayi namun perlu pembatasan pemakaiannya.
" Sulit memang bila berubah langsung tidak lagi menggunakan tisu basah terutama ketika bepergian. Tetapi ketika berada di rumah, akan lebih baik untuk menggunakan pembersih yang lembut dan air. Dengan cara itu Anda meminimalkan paparannya," kata Chang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya