Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Ada Hubungan Antara Kebersihan Lingkungan Dengan Kesehatan. (Foto: Dream.co.id/Diah Tama Yanti)
Dream – Tren hidup berdampingan dengan lingkungan mulai mewabah di kalangan masyarakat Indonesia. Sahabat Dream pasti sering melihat teman atau para pegawai yang membawa tumbler untuk wadah air minum mereka.
Gaya hidup green living ini tak hanya baik untuk lingkungan. Tubuh manusia yang membutuhkan asupan makanan dan minuman yang sehat harus ditopang dengan kondisi lingkungan yang terjaga.
Kabar baiknya, Tetra Pak Index 2019, laporan survei tahunan dari perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman, Tetra Pak Indonesia, menemukan jika saat ini konsumen telah memahami bahwa kesehatan pribadi dan kesehatan lingkungan memiliki keterkaitan satu sama lain.
Survei Tetra Pax Index 2019 dilakukan di lima negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Brazil, dan Indonesia. Surbei dilakukan kepada 1.000 responden dari masing-masing negara.
“ Indonesia menjadi lima besar yang memiliki pasien diabetes terbanyak kalau membicarakan kesehatan. Kalau masalah lingkungan, (Indonesia) berhubungan dengan sampah plastik,” kata Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, “ Tetra Pak Index 2019: The Convergence of Health and Environment in Indonesia” di Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.
Hasil survei menemukan jika 82 persen orang Indonesia setuju jika kerusakan lingkungan bisa ditangani dengan mengubah kebiasaan. Selanjutnya 86 persen konsumen menyatakan setuju jika gaya hidup sehat dianggap penting dan 80 persen setuju dengan gaya hidup minim kerusakan lingkungan.
Survei Tetra Pax INdex 2019 juga menemukan sebanyak 42 persen konsumen Indonesia yang mendaur ulang produk yang telah dipakai. Dan 45 persen responden mengatakan ingin mengurangi pembelian dan pemakaian plastik.
Terkait gaya hidup ramah lingkungan tersebut, masyarakat Indonesia menetapkan lima karakteristik makanan dan minuman yang dianggap sehat. Kelima karakteristik tersebut adalah bahan natural, tak ada bahan pengawet, berasal dari produk organik, serta kemasan yang bisa didaur ulang dan bisa digunakan kembali.
Dari survei ini, terlihat bahwa konsumen telah memahami kesehatan pribadi konsumen dan kelestarian lingkungan saling terhubung.
“ Ada keinginan untuk berubah lebih sehat dan peduli lingkungan. Dimulai saja dulu karena kesehatan juga berkaitan dengan makanan dan minuman yang sehat tentunya,” kata Communication Manager Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philiphine, and Indonesia, Gabrielle Angriani.
(Laporan: Diah Tama Yanti)
Dream - Danone-AQUA berkolaborasi dengan sejumlah desainer ternama dengan memperlihatkan produk fashion berkelanjutan di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. Para desainer yang diajak kolaborasi itu adalah fbudi, Kana Goods, KresKros, Pijakbumi, dan seniman Ika Vantiani bersama “ It’s in Your Hand Collective”.
“ Sebagai merek asli Indonesia yang telah berdiri selama 45 tahun, kami bangga bisa terus mendukung aktivitas yang terus menyebarkan kebaikan pada masyarakat Indonesia,” ujar Danone-AQUA Brand Director, Intan Kartika di Senayan City, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

Danone-AQUA telah memulai program daur ulang pertamanya sejak tahun 1993. Kini, perusahaan ini berupaya untuk memperbesar dan memperluas program tersebut melalui gerakan #BijakBerplastik.
“ Kami melihat banyak pihak di industri fesyen mulai memperhatikan isu keberlanjutan. Hal inilah yang mendorong kami menginisiasi kolaborasi #Bottle2Fashion dengan salah satu merek fashion multinasional pada 2017," tambah Intan.
Pihaknya ingin memperkenalkan produk-produk fashionyang berkelanjutan sebagai salah satu cara untuk mengedukasi konsumen, mereka bisa menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan sampah.

“ Saya percaya keberlanjutan akan menjadi aspek penting di industri fashion dan menuntut perhatian semua desainer dalam berkreasi,” ujar salah satu kolaborator Danone-AQUA di JFW 2020, fbudi Creative Director Felicia Budi.
Model dan aktris Kelly Tandiono memperagakan balutan busana karya fbudi yang terbuat dari kain tafetta dan polyester, hasil olahan daur ulang botol plastik yang dikumpulkan dan diolah secara parsial oleh unit daur ulang (RBU) Danone-AQUA.

Danone-AQUA memiliki total enam RBU yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali yang rata-rata dapat mengumpulkan hingga 12.000 ton botol plastik bekas setiap tahunnya.
RBU yang dimiliki Danone-AQUA memungkinkan mereka untuk memproduksi kemasan yang 100% terbuat dari hasil daur ulang dan 100% dapat didaur ulang kembali.
Laporan: Alfi Salima Puteri
Dream - Seorang seniman digital asal Indonesia menjadi perhatian dunia. Seniman digital bernama Kempot Diningrat itu mengubah sejumlah gambar kemasan produk menjadi lukisan wajah.
Dia mengambil gambar dari Google Image, misalnya, Indomie, Kopiko, dan pembalut Laurier. Uniknya, Kempot tak menggunakan aplikasi canggih di komputer.
Kempot hanya menggunakan aplikasi penyuntingan foto di ponsel. World of Buzz menyebut karya ini level lanjutan dari kreativitas.
Bagaimana proses pembuatannya?
1. Indomie untuk kepala

Digital artist (Foto: Facebook)
Kempot mengubah bungkus Indomie menjadi bagian kepala. Dia menambahinya dengan plastik Alfarmat.
2. Kopiko jadi mata

Digital artist (Foto: Facebook)
Kempot menempatkan empat bungkus Kopiko menjadi mata.
3. Bungkus Lays untuk bibir

Digital artist (Foto: Facebook)
Kreativitas yang dibuat Kempot belum berakhir. Dia menempatkan bungkus Lays warna merah menjadi bibir.
4. Alis dari pembalut

Digital artist (Foto: Facebook)
Kempot menempatkan bungkus pembalut Laurier di atas mata. Aneh. Tapi setelah penyuntingan, bungkus Laurier itu berubah menjadi alis.
5. Kantong sampah hitam jadi rambut

Digital artist (Foto: Facebook)
Kantong sampah tak hanya berguna menjadi wadah sampah. Tetapi, juga dapat dijadikan rambut.
6. Baju dari plastik

Digital artist (Foto: Facebook)
Baju dari gambar itu terbuat dari plastik Alfamart. Voila!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya