Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tesla Berencana Membuka Pabrik Di India. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tesla Inc berencana membuat pabrik kendaraan listrik di India untuk pertama kalinya. Keputusan membuka peluang pertumbuhan baru setelah menyiapkan pabrik produksi di Tiongkok.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis 18 Februari 2021, lokasinya berada di Karnataka, India. Pejabat setempat telah bernegosiasi selama enam bulan dan mempertimbangkan untuk merakit mobil di pinggiran Kota Bangalore, ujar sumber.
Menaggapi hal itu, Tesla tak memberikan komentar dan mengkonfirmasi resmi pernyataan pejabat setempat.
Diketahui, Tesla sedang mengkaji untuk pembangunan perkantoran di wilayah ini. Tak hanya itu, perusahaan Elon Musk juga berencana untuk membangun fasilitas pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di negeri Bollywood itu.
Seorang sumber menyebut Tesla akan fokus di Banglore karena akan menjadi pusat teknologi dan kedirgantaraan. Perusahaan ini juga telah memasukkan unit India dan mendaftarkan kantornya di kota tersebut.
CEO Tesla, Elon Musk, memastikan Tesla akan masuk ke India pada Januari setelah berbulan-bulan berspekulasi. Orang terkaya di dunia ini mencuit “ seperti yang dijanjikan” pada 13 Januari 2021. Cuitan ini menanggapi sebua pemberitaan di blog yang menyebut perusahaan ini akan membuka pabrik di India.
Dream – Pemerintah telah menerima proposal rencana investasi Tesla di Indonesia. Kini, materi proposal dari perusahaan milik salah satu orang terkaya Amerika Serikat (AS) itu sedang dipelajari.
Rencananya, minggu depan, pemerintah akan bernegosiasi tentang investasi di sektor baterai kendaraan listrik
“ Proposal sudah kami terima kemarin pagi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 5 Februari 2021.

“ Next week kita ketemuan untuk negosiasi, kita mintai penjelasan secara resmi, secara langsung terkait proposal yang diajukan,” kata dia.
Kendati demikian, Seto masih enggan mempublikasikan isi dari proposal yang telah dikirim Tesla tersebut. Sebab, kata dia, ada dua faktor yang mengharuskan pemerintah untuk kerahasiaan isi materi proposal tersebut.
Pertama, Tesla merupakan perusahaan yang sudah go publik. “ Sehingga tidak bisa dibuka untuk lebih detail, karena mereka senstitif tidak mau dibuka dulu ke publik,” kata dia.
Kedua, dalam materi proposal rencana investasi tersebut, Tesla akan memperkenalkan teknologi baru dalam pembuatan baterai dan energy storage system (ess). Dia mengklaim, ada perbedaan mencolok teknologi milik Tesla dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) maupun LG Chemical.
“ Ini alasan kenapa sebenarnya kami sangat kerja sama dengan Tesla,” kata Seto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya