Tetap Aktif Meski Kurang Fit, Ini Olahraga yang Aman untuk Pasien TBC

Reporter : Iwan Tantomi
Senin, 11 Oktober 2021 17:55
Tetap Aktif Meski Kurang Fit, Ini Olahraga yang Aman untuk Pasien TBC
Kira-kira olahraga apa saja yang aman dilakukan oleh pasien TBC?

Sudah menjadi rahasia umum jika olahraga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, manfaat tersebut tak bisa berlaku sepenuhnya bagi pasien Tuberkulosis (TBC). Pasalnya, pasien TBC tak disarankan melakukan olahraga yang berat, karena sistem pernapasannya lebih rentan akibat terdampak penyakit tersebut.

Selain itu, pasien TBC sebaiknya berolahraga di lingkungan yang sepi, tidak banyak orang yang berkerumun di sekitarnya, menggunakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar tidak menularkan partikel kecil (droplet) di udara secara langsung, terutama ketika pasien TBC sedang batuk, bersin, berbicara, maupun tertawa dengan keras.

Meski begitu, bukan berarti tak ada olahraga yang tepat buat pasien TBC. Terlebih lagi, olahraga rutin dapat membantu mengembalikan fungsi paru yang semula terganggu akibat TBC secara bertahap, sebagaimana yang diinformasikan oleh Kementerian Kesehatan. Olahraga tak hanya akan mengurangi rasa sesak dan nyeri pada dada, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh, hingga memaksimalkan proses kesembuhan pasien TBC.

Lantas, olahraga apa saja yang aman dilakukan oleh pasien TBC?

1 dari 3 halaman

Berjalan Kaki

Shutterstock.com© Shutterstock.com

Jika lari kerap bikin napas tersengal, maka pasien TBC bisa mencoba olahraga sejenis yang aman dilakukan, yaitu berjalan kaki. Rutin berjalan kaki dapat membantu meningkatkan kinerja paru bagi pasien TBC.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan lokasi yang tepat, khususnya pada masa pandemi saat ini. Olahraga berjalan kaki dapat dilakukan dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara dan ventilasi yang baik. Apabila kondisi pandemi mulai membaik, bisa mulai mencoba berjalan kaki di luar ruang, seperti taman atau halaman rumah. Jangan lupa untuk tetap menggunakan masker, sekaligus menjaga jarak sebagaimana aturan protokol kesehatan.

2 dari 3 halaman

Yoga

Shutterstock.com© Shutterstock.com

Olahraga ini bukan saja sedang diminati karena menjadi salah satu olahraga yang bisa  dilakukan di rumah, tetapi juga karena yoga tengah menjadi tren di kalangan generasi milenial. Menariknya, yoga termasuk olahraga dengan intensitas rendah, sehingga aman juga dilakukan oleh pasien TBC.

Secara umum, yoga berpusat pada latihan pernapasan, meditasi, serta beberapa pose dengan tujuan membuat otot-otot tubuh yang kaku menjadi lebih relaks. Itulah mengapa yoga juga bisa dimanfaatkan untuk meredam stres.

Adapun pose yoga yang cocok buat pasien TBC adalah pose kriya kapala hati. Pose ini dapat diawali dengan mengambil posisi duduk, kemudian tulang belakang, leher dan kepala ditegakkan. Tarik napas, lalu hembuskan secara kuat dan cepat menggunakan otot-otot tenggorokan. Lakukan dengan tetap menjaga otot wajah pada posisi relaks.

Pose lainnya yang bisa dicoba adalah asana bhujangasana atau pose kobra. Pose ini dapat membantu meningkatkan kapasitas sistem pernapasan, sekaligus menjadikannya lebih efektif, sehingga dianjurkan bagi pasien TBC.

3 dari 3 halaman

Angkat Beban Ringan

Shutterstock.com© Shutterstock.com

Angkat beban tak melulu harus diidentikkan dengan olahraga berat, tetapi bisa disesuaikan agar bisa menjadi olahraga dengan intensitas ringan. Pasien TBC pun bisa mencoba angkat beban ringan. Olahraga ini dapat mengembalikan kekuatan otot tubuh, termasuk otot dada yang berkaitan erat dengan sistem pernapasan.

Gerakan angkat beban ringan yang dapat dilakukan oleh pasien TBC adalah one-two punch menggunakan barbel ringan. Lakukan dengan merentangkan tangan kiri dan kanan ke depan secara bergantian sambil membawa barbel. Biar lebih seru, gabungkan dengan gerakan aerobik ringan, agar bisa meregangkan otot tubuh lainnya. Sekalipun tampak sederhana, angkat beban ringan mampu memberikan dampak yang besar apabila dilakukan secara rutin, terutama dalam mengurangi gejala sesak napas dan meningkatkan kapasitas paru pasien TBC.

Mengingat kemajuan dari proses kesembuhan dan kemampuan berolahraga masing-masing pasien TBC berbeda-beda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama tentang durasi dan intensitas olahraga yang tepat. Dengan demikian, olahraga yang dilakukan secara rutin bisa benar-benar berkontribusi pada peningkatan daya tahan tubuh, menjaga kebersihan paru, sekaligus meningkatkan kesehatan sistem pernapasan.

Selain itu, jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat karena hal tersebut menjadi kunci pencegahan TBC. Lewat kampanye Ayo TOSS TBC yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan dan didukung penuh oleh PT Johnson & Johnson Indonesia, masyarakat diajak untuk menyadari pentingnya olahraga sebagai bagian dari upaya mencegah TBC. Ketika kita berhasil mencegah penyakit TBC, kita juga akan mampu menanggulangi penyakit TBC di Indonesia, sehingga misi Indonesia bebas TBC di 2030 benar-benar bisa diwujudkan.

Mari jadi generasi TOSS TBC, Temukan TBC dan Obati sampai sembuh dari sekarang! Cek informasinya lebih lanjut di sini.

Beri Komentar