Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menggunakan Denim. (Source: Shutterstock)
Dream - Sejak pandemi Covid-19 kenyamanan menjadi prioritas utama saat memilih pakaian. Sudah menjadi hal yang umum ketika banyak wanita lebih sering mengenakan daster dan piyama saat berkegiatan di rumah.
Selain ringkas, jenis pakaian tersebut berbahan lembut, ringan, sejuk, dan menyerap keringat sehingga tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Daster juga pilihan yang paling tepat karena sebagian besar aktivitas yang dilakukan adalah pekerjaan rumah tangga.
Kini rayon viscose yang menjadi bahan dasar pembuatan daster dan piyama mulai sering diolah menjadi berbagai macam pakaian. Mulai dari dress, tunik, hingga denim.
" Viscose rayon di Indonesia marketnya besar. Di Indonesia, aware-nya hanya untuk piyama dan daster. Padahal, bisa untuk material lain, misalnya, untuk modest fashion, denim, dan home textile. Aplikasinya berbagai jenis bisa dipakai utk berbagai macam," ungkap Evelyn Santoso, Head of Business Development Asia Pacific Rayon (APR) dalam peluncuran koleksi kolaborasi Ria Miranda dan Masalinen 'Takameru' di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Selain nyaman, lembut, dan ringan, rayon viscose juga memiliki daya serap lebih tinggi daripada katun. Termasuk ketika menyerap warna pakaian untuk diproduksi secara massal. " Daya serap warnanya lebih bagus daripada material lain. Warnanya jauh lebih bright" .

Foto: Instagram @asiapacificrayon
Rayon viscose sendiri terbuat dari kayu pohon akasia dan eucalyptus di perkebunan yang telah tersertifikasi. Sehingga, bahan dasarnya terjamin bukan berasal dari hutan yang tidak diberdayakan untuk produksi kain.
Serat kayu tersebut akan dijual ke pabrik benang dan dipintal sebelum menjadi kain serta dijadikan bahan dasar produsen fashion maupun tekstil. Proses tersebut menjadikan bahan rayon viscose lebih ramah lingkungan. Harganya pun terjangkau.
Kini, desainer dan pelaku industri tekstil bisa mendapatkan bahan tersebut di Jakarta Fashion Hub untuk mulai membuat koleksi yang lebih ramah lingkungan serta nyaman dipakai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya