Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksin Covid-19. (Source: Shutterstock)
Dream - Potensi terpapar Covid-19 hingga saat ini masih terjadi. Bahkan potensi kematian akibat Covid-19 sangat tinggi untuk penderita komorbid, salah satunya kanker.
Data Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan terdapat 1,8 persen kasus positif yang disertai kanker. Sedangkan pasien Covid-19 disertai kanker yang meninggal sebanyak 0,5 persen.
Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Tubagus Djumhana Atmakusuma, mengatakan kanker merupakan penyakit akibar peradangan. Apabila terkena Covid-19, risiko kematian pada pasien penderita kanker menjadi semakin tinggi.
Sehingga, kata Djumhana, kelompok berisiko tinggi khususnya kanker membutuhkan vaksin Covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh. Tetapi, pemberian vaksin tidak boleh sembarangan.
''Pasien kanker dapat menerima vaksin Covid-19 namun tetap di bawah supervisi medis,'' ujar Djumhana, dikutip dari Kemenkes.
Tetapi, tidak semua penderita kanker bisa mendapatkan vaksin. Penderita kanker harus menjalani pemeriksaan tertentu dan dilihat riwayat kontrol medisnya lebih dulu untuk menentukan bisa tidaknya yan bersangkutan menerima vaksin.
" Ada yang bisa menerima dan ada yang tidak bisa menerima, tapi vaksinnya harus vaksin yang tidak membahayakan pasiennya,'' kata Jumhana
Terdapat beberapa kriteria pasien kanker yang diperbolehkan menerima vaksin. Kriteria tersebut yaitu pasien telah mendapatkan remisi di antaranya tumor ladat pasca pembedahan dengan remisi komplit serta pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi lebgkag dinyatakan remisi komplit.
Selain itu, vaksin juga layak diberikan kepada pasien kanker dengan status imun baik. Indikator ini dilihat dari gejala sistemiknya, kadar leukosit normal, pasien kanker yang telah menyelesaikan enam bulan kemoterapi sistemik aktif.
Terkait dengan jenis vaksin untuk pasien kanker, Jumhana menyatakan semua dianjurkan, kecuali vaksin hidup (live attenuated dan replication-competent viral vector vaccine). Penyuntikannya juga harus disupervisi oleh dokter ahli kanker di rumah sakit atau pusat kanker.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Cut Putri Arianie, mengatakan upaya penanganan kanker di masa pandemi terus dilakukan. Pihaknya secara rutin menjalankan upaya promotif preventif serta deteksi dini di FKTP, serta pemanfaatan digitalisasi kesehatan seperti telemedicine untuk mengurangi mobilisasi penyandang kanker.
Saat ini terdapat 47 rumah sakit di 17 provinsi yang mampu memberikan pelayanan onkologi dengan radioterapi dan 23 RS lainya menyusul sedang dalam proses pengembangan. Diharapkan keberadaan RS ini akan mendekatkan serta mempermudah pelayanan kanker bagi masyarakat Indonesia
''Sehingga keberadaan RS ini akan dapat menjadi rujukan bagi para penyandang kanker,'' kata Putri.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya