Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak perempuan percaya ungkapan beauty is pain. Salah satunya dengan mengenakan sepatu hak tinggi sepanjang hari. Mereka rela merasakan nyeri pada telapak kaki, demi mendapatkan kesan jenjang dan langsing dengan bantuan stiletto yang runcing.
Melihat fenomena ini seorang ahli penyakit kaki di Newyork, Jackie Sutera angkat bicara mengani bahaya dan cara mengatasinya.
Dalam wawancaranya pada Coveteur, Jackie menyatakan jika penggunaan sepatu hak tinggi dalam jangka panjang dapat merusak kaki, pinggul, lutut dan punggung pemakainya.

"Ini terjadi karena saat tubuh berada dalam posisi tinggi, berat badan bergeser maju ke bola kaki kalian. Sehingga membuat lutut dan pinggul bergerak maju. Sedangkan punggung harus hyperextend mundur,"ungkap Jackie.
Pilihan sepatu yang nyaman menjadi faktor yang penting bagi mereka yang menggunakan kekuatan ekstra pada kaki, seperti penari dan pelari. Kesalahan memilih sepatu bisa menyebabkan saraf-saraf terjepit, kuku kaki rusak, patah tulang dan radang seperti fasciitis dan tendinitis.
"Itu rasanya sakit yang tajam pada tumit dan pembengkakan di jaringan yang menghubungkan ke otot tulang," terangnya.

Untuk meminimalisir cedera, sebaiknya mengenakan sepatu kitten yang memiliki hak rendah atau block heels dengan tumit tinggi yang lebar. Namun, ditekankan Jackie jika harus tetap hati-hati saat mengenakannya.
"Asosiasi Medis Podiatrik Amerika merekomendasikan ketinggian tumit 2 inci atau setara dengan 5,8 cm, bahkan kalau bisa di bawah angka tersebut. Kenakan dalam jangka waktu sebentar untuk berdiri dan berjalan," imbuhnya.

Meskipun sedang populer, sepatu yang runcing dan berbahaya sebaiknya dihindari karena membahayakan kaki. Namun jika kalian terpaksa harus mengenakannya, para ahli penyakit kaki merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk mengatasi dampak negatif high heels itu.
Misalanya menambahkan bantalan sepatu atau kertas yang disisipkan ke dalam sepatu. Selain itu, melakukan peregangan betis dan pergelangan kaki juga sangat penting dilakukan setiap hari. Ditambah dengan memanjakan kaki seperti melakukan pijat di dalam air es setibanya di rumah.
"Memakai sepatu commuter adalah kebiasaan bagus untuk kesehatan kaki jangka panjang, meskipun kami tidak yakin kalian bisa melakukannya," tutup Jackie. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari