4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dream - Setiap keluarga biasanya memiliki persediaan obat. Apabila suatu saat memerlukan obat, Sahabat Dream tak perlu repot pergi ke apotek.
Stok obat-obatan memang memudahkan kita di situasi darurat. Tapi apakah obat sudah tersimpan dengan baik di tempatnya?
Salah menyimpan obat bisa menjadi kesalahan fatal. Obat yang didiamkan terlalu lama bisa berubah menjadi racun karena zat di dalamnya telah rusak.
Selain kadaluwarsa, beberapa hal juga berisiko mengubah kandungan zat aktif di dalam obat. Misalnya suhu ruangan.
" Beberapa obat harus disimpan di dalam kulkas, bahkan freezer. Tapi banyak juga yang sebenarnya tidak perlu, cukup disimpan di suhu ruang. Makanya harus dikonsultasikan dengan apoteker ketika membeli obat," ujar Nurul Falah Eddy Pariang, Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di konferensi pers Merck, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2015.
Jangan pernah sepelekan tanggal kadaluwarsa di kemasan produk. Tanyakan juga pada apoteker perihal daya tahan obat. Umur obat dapat berubah jadi lebih pendek dengan kondisi tertentu.

" Contohnya jenis obat sirup kering untuk anak-anak. Sebelum dicampur dan dalam keadaan kering, expired date biasanya masih setahun. Tapi kalau sudah dicampur sehingga jadi sirup pada umumnya kadalwarsa dalam 15 hari," jelasnya.
Hal seperti ini juga berlaku pada obat tetes mata. Ketika sudah dibuka, obat tetes mata hanya boleh digunakan maksimal 7 hari. " Karena sudah tidak steril. Terkena udara jadi oksidasi."
Obat yang sudah rusak atau dibuang dalam kondisi belum habis sebaiknya tidak dibuang begitu saja. Akibatnya bukan hanya meracuni lingkungan.
" Banyak kasus anak-anak yang mengira obat tablet bekas sebagai permen. Sangat berbahaya," kata Nurul.

Obat jenis sirup sebaiknya dituang ke dalam plastik sebelum dibuang. Kumpulkan obat-obatan yang telah rusak atau kadaluwarsa dan bawa ke tempat pembuangan khusus.
" Cari dinas lingkungan, bawa ke sana. Obat itu kan mengandung zat aktif farmasi dan senyawa kimia. Jadi lebih baik dibuang ke tempat yang memiliki insenerator," tegasnya. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
