Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi Diet (19twentythree.com)
Dream - Ramadan bisa jadi menjadi kesempatan untuk menikmati makanan favorit. Terutama saat berbuka puasa. Di sisi lain, Ramadan juga merupakan saat yang tepat memulai hidup sehat.
Namun jika ingin menjadikan Ramadan sebagai bulan untuk menurunkan berat badan, Anda hanya perlu mengikuti enam tips berikut:
Pentingnya hidrasi
Menjaga tubuh tetap hidrasi memang agak susah di saat berpuasa. Namun hidrasi adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Minum air yang cukup tidak hanya akan menjauhkan Anda dari kekurangan cairan di saat berpuasa, tetapi juga akan mengontrol keinginan terhadap gula berlebihan saat berbuka puasa.
Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh agar tetap hidrasi? Sebaiknya dua liter atau delapan gelas sehari yang terbagi ke dalam bagian seperti di bawah ini:
Dua gelas waktu berbuka puasa. Empat gelas di antara buka puasa dan sahur (tidak lebih dari satu gelas per jamnya) dan dua gelas waktu sahur.
Sebaiknya menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh hitam, juga minuman diuretik seperti minuman bersoda. Minuman berkafein dan diuretik akan membuat Anda sering kencing sehingga cairan akan banyak terbuang selama menjalankan puasa di siang harinya. Sebaliknya, teh herbal merupakan alternatif yang bagus dan dapat membantu pencernaan Anda.
Berbuka dengan makanan ringan dan berimbang
Selama puasa Ramadan, metabolisme tubuh melambat sehingga kebutuhan energi menurun. Ingat, buka puasa bukan ajang balas dendam setelah hampir seharian tidak makan dan minum. Untuk mengembalikan energi yang hilang, Anda bisa berbuka puasa dengan kurma. Buah dari Timur Tengah ini merupakan buah yang mengandung banyak gula yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa.
Cukup makan satu atau dua biji kurma sebagai pembuka, karena buah ini memiliki kadar gula tinggi. Kemudian, makan satu porsi kecil seperti sayur atau sup lentil (miju-miju), tapi hindari sup berkrim. Lewati semua makanan pembuka berkarbohidrat tinggi.
Setelah selesai dengan makanan pembuka, beristirahatlah sejenak dari kegiatan makan. Anda tentu tidak ingin membanjiri sistem pencernaan Anda dengan makanan utama.
Anda bisa melakukan salat Maghrib dahulu. Setelah itu, baru Anda bisa makan makanan utama. Meski begitu, Anda harus tetap memilih makanan utama dengan bijak. Hindari makanan yang digoreng dan pastikan karbohidrat dan protein sudah terpenuhi. Dan yang terpenting, jaga porsi Anda.
Jangan melewatkan sahur
Seperti yang dikatakan Nabi Muhammad, bahwa ada berkah dalam makan sahur. Melewatkan sahur akan membuat Anda lebih lapar di siang harinya dan akhirnya Anda akan ‘balas dendam’ saat berbuka puasa. Ini tentu tidak baik bagi kesehatan pencernaan Anda.
Menu sahur sebaiknya tidak mengandung penyedap rasa. Gunakan bumbu alami seperti garam agar terhindar dari rasa haus berlebihan di siang harinya.
Menu sahur juga harus mengandung komposisi karbohidrat yang kompleks seperti roti gandum dan sumber protein yang baik seperti keju atau telur. Kombinasi ini akan memastikan tingkat glukosa dalam darah Anda stabil sehingga Anda tidak merasa terlalu lapar siang harinya.
Tetap aktif
Berpuasa bukan berarti kita bermalas-malasan dan tiduran sepanjang hari. Anda harus mempertahankan tingkat aktivitas sehari-hari seperti biasanya hingga batas kemampuan Anda. Yang penting berusaha menghindari terik matahari di siang hari.
Ingat, tubuh akan memproduksi lebih banyak lemak di saat perut kosong. Setelah berbuka puasa, sisihkan waktu sekitar 30 menit untuk olahraga berat setiap hari. Anda bisa melakukan senam aerobik atau sit-up di rumah.
Hindari gula rafinasi (buatan)
Kandungan gula yang dikonsumsi selama Ramadan dalam bentuk minuman dan penganan manis menjadi sumber kegemukan seseorang.
Untuk itu, hindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan atau gula rafinasi. Gula sebenarnya sudah ada dalam buah-buahan, sayuran, molase dan madu, jadi sebaiknya mengkonsumsi gula dari bahan-bahan tersebut.
(Ism, Sumber: Alarabiya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya