Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
All New Veloz
Dream - Memasuki era elektrifikasi di pasar Indonesia, produsen otomotif ramai-ramai menghadirkan mobil bermesin listrik dan hybrid.
Bahkan beberapa dari pabrikan sudah mulai menyasar segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV). Diketahui, segmen itu menjadi 'kue' besar dari penjualan mobil penumpang Tanah Air alias paling laris.
Lantas bagaimana dengan Toyota, sebagai market leader di segmen LMPV?
Toyota tak memungkiri siap membenamkan teknologi hybrid pada jajaran produknya, Avanza dan Veloz.
" Kita memikirkan ke depan, ya betul era elektrifikasi, setiap tahunnya terjual lebih dari 1.000 unit mobil hybrid. Namun, semua teknologi disesuaikan mana yang menjadi kebutuhan pasar di Indonesia, sudah siap belum?," ujar Head of Public Relation PT Toyota-Astra Motor (TAM), Dimas Azka di acara Media Experince 'Safe Jakarta', Selasa 28 Juni 2022.

Dimas menegaskan, Toyota menghadirkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan konsumen apakah elektifikasi atau model kendaraan tertentu.
" Tidak menutup kemungkinan dengan elektrifikasi. Untuk Veloz dan Avanza kami tentu menyesuaikan kebutuhan dari pengguna di masa depan," imbuhnya.
Menurut Lina Agustina, General Manager of Marketing Planning and New Business TAM, Toyota boleh dibilang sebagai pionir dan punya pengalaman lebih dalam teknologi Hybrid. Saat ini, sudah ada delapan model mobil hybrid di Indonesia.
Memang untuk segmen MPV, lanjut Lina, apakah model yang ada harus 'di-hybrid-kan' atau tidak, semuanya balik lagi soal kesiapan dari konsumen.

" Kehadiran model hybrid di Toyota memang baru ada segmen yang highend, untuk menengah ke bawah, ya harus dilihat dulu kesiapan konsumen kita, bersedia tidak (bayar) untuk itu," imbuh Lina pada kesempatan yang sama.
Menurut ke depannya, pasar nanti juga bisa memilih mana yang lebih cocok sesuai kebutuhan masing-masing HEV (hybrid), PHEV (plug-in) atau BEV (listrik murni).
Meski belum mengusung teknologi hybrid, Veloz model tertinggi Toyota di segmen LMPV sudah dilengkapi fitur-fitur canggih kelas wahid, tertutama dalam hal keamanan dan keselamatan, yakni Toyota Safety Sense (TSS).
TSS merupakan teknologi keamanan aktif berbasis sensor dan radar dengan akurasi tinggi. Ini dikembangkan Toyota untuk membuat mobilitas pengendara lebih aman, mudah dan nyaman.
Tak hanya itu, Toyota juga menyematkan fitur T Intouch. Yaitu, teknologi Toyota terbaru berbasis telematika yang mengoneksikan sistem pada mobil dengan aplikasi mToyota.
Teknologi ini untuk mengakses ekosistem yang menjawab dan memudahkan kebutuhan mobilitas sehari-hari pengguna kendaraan.

Dalam event Safe Jakarta, Toyota mengenalkan cara kerja teknologi TSS serta teknologi safety yang advance lainnya kepada jurnalis, seperti Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan Blind Spot Monitoring (BSM) pada All New Veloz melalui layar besar beresolusi tinggi.
Selain itu, terdapat fitur Smartphone Connectivity dan All Round View Camera melalui 9 inc Display Head Unit di Advanced Technology Center. Fitur-fitur ini dihadirkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya