Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Facebook Aleksis Corbi)
Dream - Seiring pertambahan usia, wajah seseorang cenderung berubah. Kontur wajah saat anak-anak akan berbeda ketika seseorang telah dewasa.

Hal itu dialami pula oleh seorang gadis bernama Aleksis Corbi Salita. Dia membagikan pelbagai fotonya di akun media sosial Facebook. Foto-foto tersebut menunjukkan bagaimana wajah gadis tersebut berubah.

Foto-foto itu memuat gambar saat dia berusia 7 tahun dan bergigi kelinci. Saat bertambah usia, dia a mulai berponi rata. Foto saat memiliki rambut panjang tergerai dengan body langsing bak gitar Spanyol pun dia punya.

Dilansir dari Philnews, Corbi tengah ramai menjadi perbincangan para netizen. Semua fotonya menjadi viral di dunia maya.
Corbi merupakan mahasiswi pariwisata di De La Salle University-Dasmarinas, Filipina. Dia mengaku punya cita-cita menjadi seorang pramugari.

Sejauh ini, foto-fotonya sudah mendapatkan 5.000 komentar dan telah dibagikan sebanyak 37 ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya.
© Dream
Dream - Suth Ret, gadis cantik asal Kamboja, tidak menyangka operasi cabut gigi yang dilakukannya bisa mengakibatkan malapetaka. Gadis remaja berusia 18 tahun itu mengalami penyakit langka yang disebut dengan necrotising fasciitis.
Akibat penyakit itu, sebagian besar wajah Suth malah rusak dan membusuk.
Necrotizing fasciitis umumnya dikenal sebagai penyakit pemakan daging atau sindrom bakteri pemakan daging. Penyakit tersebut disebabkan infeksi oleh bakteri terhadap jaringan lunak di bawah kulit.
Bakteri pemakan daging yang sudah terbentuk di tenggorokannya bergerak ke atas melalui aliran darah sebelum menyerang wajahnya.
Setelah bakteri memakan kulit dan jaringan lunak di bawahnya, wajah Suth akan dipenuhi luka yang sangat mengerikan. Akibatnya, Suth tidak bisa makan sehingga berat badannya menurun dengan drastis hanya dalam beberapa hari.
© Dream
Dream - Belum lama ini seorang beauty blogger mencoba mengaplikasikan 100 shades lipstik di bibirnya. Yang terjadi bibirnya menjadi kaku seperti memakai semen.
Tidak lama berselang, fashion hijab blogger, Dina Torkio juga membuat eksperimen aneh dengan memakai 100 lapisan jilbab untuk menutupi rambutnya.
Kini, ada lagi percobaan aneh yang dilakukan para pelaku industri kecantikan dunia. Seorang beauty blogger asal Swedia, Josefin Lillakas mengaplikasikan 100 lapisan alas bedak ke wajahnya.
" Saya terlalu punya banyak waktu luang, sehingga ingin mencoba hal ini," katanya sembari bercanda seperti dikutip cosmopolitan.
Josefin menghabiskan waktu lima jam untuk membuat wajahnya rata dengan 100 lapisan alas bedak.
Selain alas bedak, ia juga menggunakan hari dryer untuk mengeringkan wajahnya setelah diaplikasikan foundation.
Pada 20 lapisan pertama Josefin merasa wajahnya dipenuhi oleh alas bedak. " Ya, setidaknya, ini akan menutupi belang wajahku," canda Josefin.
Pada lapisan ke 60, Josefin merasa wajahnya menjadi berminyak dan mirip seperti stabilo.

Di akhir video Josefin memberikan saran agar cara yang ia lakukan tidak dicontoh karena bisa merusak wajah dan mengharuskan kamu ke dokter kulit untuk mengecek apakah kondisi kulit kamu tetap sehat atau bermasalah.
Eksperimen aneh ini rupanya menarik perhatian peselancar sosial media. Video yang dipercepat itu sudah dilihat lebih dari 200.000 orang.
Tertari mencoba eksperimen aneh lain?
(sumber: cosmopolitan.com)
© Dream
Dream - Sebelumnya, transformasi seorang pemuda bernama Zaroll Zariff menjadi viral di Facebook. Dari muka gelap berjerawat hingga menjadi seorang pemuda tampan berkulit putih bersih.
Para gadis pasti terpikat dengan penampilan dan perubahan yang terjadi pada pemuda Melayu itu.
Tapi transformasi yang terjadi kepada Zaroll mengundang kecaman beberapa pihak. Ada yang tak percaya dan menuduh transformasi Zaroll sebagai penipuan.
Zaroll pun menanggapi komentar pedas itu dengan tenang. Dia merespona dengan membagikan foto-foto dirinya saat masih kecil hingga remaja di akun Facebook-nya.
Tidak hanya itu, dia juga mengunggah status tentang bagaimana transformasi tersebut mengubah dirinya. Secara fisik dan mental.
Dulu, saat masih berkulit gelap, Zaroll mendapat sebutan macam-macam. Mulai dari 'Si Gemuk', 'Si Badak Air' hingga 'Si Hangus'. Sampai sekarang jika mendengar ada orang melemparkan julukan bernada menghina itu kepada orang lain, Zaroll jadi teringat masa lalunya.
" Aku sudah merasakan apa yang kamu rasakan. Dikutuk, diejek, jadi bahan tertawaan. Sangat sakit kan? Sangat merendahkan bukan?."
Teringat masa Myspace dulu, orang-orang berlomba-lomba unggah foto. Begitu juga dengan Zaroll. Namun saat itu Zaroll mengaku dia harus mengedit fotonya terlebih dahulu agar kulitnya yang gelap terlihat sedikit putih.
Saat sudah diunggah, fotonya paling-paling hanya mendapat komentar pendek seperti 'nice pic'. Padahal dia ingin sekali mendapat komentar setidaknya 'handsome' atau 'cute'.
Mungkin orang-orang memberi komentar 'nice pic' juga karena kasian atau hanya sekadar membalas komentar.
Kemudian jika jalan-jalan dengan teman-teman yang penampilannya lebih OK, Zaroll sering sekali minder, tidak percaya diri.
" Rasa-rasanya ingin bersembunyi di belakang mereka saja. Apalagi sebutan-sebutan yang macam-macam membuat aku tambah tidak percaya diri," kenangnya.
Tapi sejujurnya, sebutan-sebutan aneh itu justru dijadikan cambuk oleh Zaroll untuk memperbaiki penampilannya. Dia pun berniat untuk berubah sedikit demi sedikit.
" Siapa lagi yang ingin menolong kita berubah kalau bukan diri kita sendiri. Jadi, jangan tunda-tunda jika ingin berubah. Lakukan itu sekarang," katanya.
Tentang bagaimana kulitnya bisa berubah menjadi putih, Zaroll mengaku tak banyak yang dilakukannya.
" Jangan tanya produk apa yang aku pakai. Bahkan aku pun tak tahu produk mana yang memberikan hasil. Ibuku dulu sering menyuruhku mandi dengan banyak jenis produk, mulai dari sabun pepaya, sabun propolis, sabun buah mengkudu, dan macam-macam. Sampai aku tak tahu mana yang berkhasiat."
(Ism, Sumber: Ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya