Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Suasana Peragaan Busana YoUniverse. Dewi Sandra Turut Menyanyikan Dua Lagi Saat Pagelaran Busana Itu (Dream.co.id)
Dream - Fesyen urban merupakan keputusan sikap. Dua desainer yang berani menampilkan gaya fesyen urban diantaranya Rani Hatta dan Deden Siswanto yang digandeng Wardah dengan tema YoUniverse.
Deden menamai tema karyanya Bolivarymen. Menyuguhkan gaya berpakaian urban siap pakai, Deden terinspirasi Bolivary, pejuang Venezuela abad ke-19 yang menjadi pemimpin perjuangan masyarakat Amerika Selatan melawan monarki Spanyol, Simon Bolivar.
Dalam pemahamannya, gaya urban dan perlawanan kerap digunakan para orang jalanan yang tinggal berpindah-pindah, nomaden, dan penduduk pegunungan.

Ciri khas itu ditampilkan dalam 12 gaya pakaian dengan kain bertumpuk dan terkesan kumal. Deden tak segan menggunakan material kain yang sengaja dibiarkan kusut.
Deden masih menampilkan gaya berpakaian quirky. Sentuhan gaya pakaian anak-anak sekolah, yang khas di masyarakat Jepang itu, dipadu dengan setelan blouse panjang dan terusan midi.
Dia juga menambahkan sentuhan unik pada headpiece yang digunakan para model. Deden mengenakan sumbu kompor.

Aplikasi model busana Deden sangat tepat berpadu dengan tampilan make up serene (ledakan) yang disuguhkan Wardah.
© Dream
Tak berbeda dengan Deden, desainer Rani Hatta memainkan gubahan berani dalam tampilan karyanya. Perempuan asli Yogyakarta itu memadupadankan kain lurik dalam aksi fesyen yang ditampilkan.
Rani memadupadankan gaya feminim dan maskulin dalam satu rancangan busana. Dia mengambil tema menyilangkan, Crossing. Terinspirasi dari make up Wardah bertema Brave.
Saat konferensi pers, Rani menunjukkan gaya pakaian yang akan ditampilkannya pada busana yang dikenakan penyanyi Dewi Sandra.

"Saya memadupadankan jaket bomber, yang kesannya maskulin dengan rok tutu, yang sangat feminim," kata Rani, di gelaran Muffest 2017, JCC, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 April 2017.
Dalam Crossing, Rani memanfaatkan kain lurik putih hitam. Menghilangkan kesan lurik yang berwarna hijau, biru, atau ungu tua.
Saat diwawancarai Dream, Rani menceritakan kesulitan membuat lurik untuk tampilan adi busananya. Sebab, dia harus memutihkan kain lurik dari warna awalnya.
"Jadi warna putih (lurik) yang ini memang lumayan lama karena masih bergantung pada sinar matahari," kata Rani.
Saat pementasan, kesan lux-sporty yang dibawa Rani langsung terasa. Rani tak banyak menampilkan headpiece ber-multilayer untuk karyanya. Dia menggunakan hijab bergaya topi.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi