Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CottonInk Berkolaborasi Dengan Empat Seleb Untuk Membuat Koleksi Edisi Ultah. (Foto: Dream.co.id/Cynthia Amanda Male)
Dream – Memilih pakaian yang pantas dikenakan untuk sebuah acara tidak hanya perlu memperhatikan warna maupun bahan. Kamu juga harus mengombinasikan elemen-elemen desain tersebut dengan kondisi cuaca dan gaya pribadimu.
Jika cuacanya sejuk, pakailah bahan yang agak tebal dengan warna netral.
Sebaliknya, saat panas, kenakan pakaian yang ringan dengan warna cerah maupun motif playful.
Hal ini diterapkan CottonInk pada koleksi khusus ulang tahunnya yang ke-10. Mereka bekerja sama dengan empat publik figur yang dianggap bisa mewakili wanita masa kini.
Brand fesyen ini memilih Isyana Saraswati dan Vanesha Prescilla sebagai figur fesyen baru. Pelanggan berusia 18 tahun—20 tahun akan melihatnya sebagai ikon fesyen.
" Ada juga Raisa dan Dian Sastrowardoyo. Siapa yang nggak kenal mereka?” kata Brand and Marketing Director CottonInk, Ria Sarwono, di Jakarta, Senin 3 September 2018.
Ria mengatakan Raisa dan Dian mewakilkan wanita dewasa. CottonInk berkolaborasi dengan Dian dan Raisa untuk koleksi Studio. Koleksi ini menawarkan pakaian dewasa wanita berusia 25 tahunan.
Dia berkata keempat selebritis ini juga terlibat dalam proses desain koleksi khusus tersebut, seperti pemilihan warna, motif dan bahan.
" Vanesha suka yang kasual tapi modelnya menarik. Banyak main di motif. Beda dengan Isyana yang main di color blocking warna gelap seperti marun dan earthy colors," kata Creative Director CottonInk, Carline Darjanto, di Jakarta.
Koleksi khas Dian didominasi dengan warna monokrom serta sedikit potongan maskulin. Raisa memilih potongan yang lebih feminim dengan teknik laser cut dan menggunakan bahan 3D di beberapa pakaiannya.
" Setiap figur akan mengeluarkan 30 koleksi. Yang pertama diluncurkan adalah koleksi Isyana dengan dominasi bahan corduroy serta potongan asimetris. Lalu, Dian, Vanesha dan Raisa,” kata dia.
Semua koleksi khusus yang dibanderol Rp99 ribu-Rp499 ribu ini. Koleksi ini tersedia di situs resmi CottonInk dan offline store-nya di Plaza Senayan, Pondok Indah Mall, dan Kota Kasablanka hingga November 2018.
Dream - Dian Pelangi, selalu identik dengan busana yang warna-warni dengan berbagai payet di sana sini. Ditambah layer yang menjuntai diaplikasikan lewat bawahan yang sering dipakai.
Kini di pertengahan 2016, ada gebrakan baru yang diusung oleh brand ambassador salah satu merk cat di Indonesia ini. Diakui Dian, pertengahan tahun ini dirinya akan keluar dari zona nyaman busana cerah ke busana monokrom.
" Banyak sih yang bilang Dian Pelangi kok monokrom, tapi insya Allah yakin karena aku kuat di tekstil dan kain. Sehingga tanpa melihat label dengan warna hitam-putih orang dapat mengenali," tegas Dian saat ditemui beberapa waktu lalu.
Bekerja sama dengan Cotton Ink salah satu label asli Indonesia, Dian juga bermain lebih simpel dan kasual. Tetap dengan menggunakan desain tie die, koleksi Dian Pelangi x Cotton Ink lebih bermain warna netral seperti biru navy dan putih.
" Dalam busana yang ditampilkan, ada ciri khas Dian Pelangi yaitu tie dye handmade yang dibuat lebih kalem dan kasual," kata Carline, CEO Cotton Ink, di sela-sela pembukaan gerai Cotton Ink beberapa waktu lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya