Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ferdike Yunuri Nadya/ Dream.co.id
Dream - Tren OOTD di media sosial membuat sebagian orang enggan menggunakan pakaian yang itu-itu saja dalam keseharian. Hampir setiap bulannya banyak pecinta fesyen menambah koleksi pakaian untuk menunjang penampilan.
Alhasil saat lemari penuh, tumpukan pakaian itu sebagian ada yang disumbangkan atau dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Banyak yang mengira, perjalanan sampah pakaian ini sudah berakhir ketika masuk tempat pembuangan. Namun nyatanya penjalanan sampah-sampah ini sangatlah panjang hingga akhirnya terurai.
Bahan seperti nylon, polyester, acrylic, spandex, organza, dan tafeta kemungkinan akan terurai ratusan tahun.

Tak hanya sampah dari lemari konsumen, sampah kain dari pabrik pembuatan pakaian pun lebih banyak setiap harinya.
Hal inilah yang membuat industri fashion menjadi salah satu yang berkontribusi terhadap kerusakan alam. Praktik sustainable fashion pun mulai dijalani oleh para pegiat mode, salah satunya Uniqlo.
Melalui “ Remake Project”, sebuah inisiatif keberlanjutan sebagai implementasi dari program RE.UNIQLO.
Program ini memfasilitasi siapapun yang ingin berkontribusi dalam menghijaukan bumi dengan memberikan kehidupan baru bagi pakaian Uniqlo yang sudah tidak terpakai.

Melalui proyek ini, Uniqlo menampilkan 40 pakaian upcycled yang telah didaur ulang dari pakaian yang sudah tidak terpakai. Tujuannya untuk menginspirasi masyarakat agar lebih menghargai pakaian dalam waktu yang lama.
“ Re.Uniqlo: Remake Project merupakan salah satu implementasi dalam memberikan nyawa baru pada koleksi favorit agar bisa dimanfaatkan secara jangka panjang,,” ujar Daniel Pieter, Marketing & E- Commerce Director PT Fast Retailing Indonesia Uniqlo Indonesi pada acara Re.Uniqlo, 29 September 2022.

Re.Uniqlo sendiri bertujuan untuk menciptakan pakaian yang bernilai dan bisa memberi kesempatan bagi pecinta LifeWear untuk menikmati pakaiannya lebih lama.
Uniqlo mengumpulkan pakaian yang sudah tidak digunakan dari para pelanggan setianya melalui Re.Uniqlo box yang disediakan di toko Uniqlo di seluruh Indonesia.
Pakaian itu kemudian didonasikan kepada yang membutuhkan hingga didaur ulang menjadi pakaian baru.
Project ini mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya konsep keberlanjutan dalam melindungi bumi.

Uniqlo turut mengajak Adrie Basuki, salah satu desainer yang dikenal kerap menciptakan pakaian dari bahan daur ulang.
Adrie Basuki merupakan UKM Kolaborator Uniqlo Neighborhood sekaligus juga UKM mitra binaan dari mitra UNIQLO pada proyek ini, yaitu Sarinah.
Terdapat 40 desain pakaian upcycle baru dari UNIQLO dan Adrie Basuki bertema “ Godai” yang merepresentasikan lima elemen dalam budaya Jepang, yakni Bumi (Earth), Air (Water), Api (fire), Angin (Wind), serta Langit (Sky).
Keseluruhan pakaian tersebut dihasilkan dari proses daur ulang dengan teknik recycle dan upcycle yang materialnya menggunakan sekitar 70% pakaian Uniqlo yang tidak terpakai di seluruh Re.Uniqlo Box di Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya