Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Kanker Getah Bening
Dream - Sebagai penyakit terbesar keenam yang menyebabkan kematian, kanker getah bening atau limfoma wajib diwaspadai. Pada awalnya, gejala kanker getah bening akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang.
" Kanker getah bening ini sendiri dibagi menjadi dua, tipe hodgkin dan non hodgkin yang meliputi berbagai jenis kanker getah bening kulit," tutur konsultan devisi hematologi dan onkologi Rumah Sakit Cipto Mangun Kusomo, Andhika Rachman.
Pada tipe hodgkin, kanker getah bening menyebar melalui aliran darah yang akan disebarkan ke organ lainnya. Kemudian akan menyerang fungsi hati, paru-paru dan sumsum tulang belakang.
Pada jenis ini, kanker menyerang sel darah putih yang disebut limfosit. Kemudian akan menurunkan fungsinya dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus dan parasit dari zat asing.
" Penyebaran kanker ini pun terbagi lagi ada yang agresif dan non agresif. Nah, kalau sudah agresif itu sudah masuk pada tingkat medium," lanjut Andhika saat menjadi pembicara di konferensi pers peringatan hari limfoma sedunia.
Pada fase ini, pertumbuhan kanker limfoma menjadi sangat cepat dan menimbulkan banyak gejala. Sehingga menurunkan sistem kekebalan tubuh. " Riwayat keluarga atau faktor keturunan menjadi salah satu penyebab kanker ini," ungkap dokter spesialis penyakit dalam itu.
Selain itu, infeksi virus juga dapat meningkatkan risiko terkena kelenjar getah bening. Meskipun kanker ini tidak menular, tapi virus EBV dan HIV dapat memicu seseorang tertular penyakit ini.
Sedangkan untuk gejalanya, seringkali muncul pembengkakan nodus limfa atau bagian tubuh yang terdapat lipatan. " Bagian tubuh yang terdapat lipatan-lipatan akan menjadi bengkak. Seperti di bagian leher, ketiak, payudara dan pangkal paha tapi pasien nggak akan merasakan sakit," tambah Andhika pada Selasa, 15 September 2015.
Waspadai juga apabila mengalami penurunan berat badan terus-menerus, selama enam bulan terakhir tanpa penyebab yang jelas. Ditambah dengan demam tinggi hingga mencapai 37,2-38 derajat celcius.
" Cepat periksa ke dokter kalau merasa lebih mudah capek. Lalu berkeringat setiap malam, disertai batuk, sulit bernapas yang menyebabkan rasa nyeri di dada," tutup Andhika.
(Laporan: Ratih Wulan)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan