Wow! Tiga Mahasiswa Kreatif Sulap Sampah Jadi Busana Fashion

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 12 November 2019 13:31
Wow! Tiga Mahasiswa Kreatif Sulap Sampah Jadi Busana Fashion
Tim yang terdiri dari tiga orang laki-laki ini berhasil menciptakan karya fashion dari barang bekas.

Dream - Kampanye fashion ramah lingkungan tengah menjadi prioritas di dunia mode. Gagasan ini muncul atas keprihatinan terhadap pencemaran lingkungan dari limbah mode.

Kondisi itu memicu bagi para desainer muda dalam berkarya. Termasuk tiga mahasiswa yang meraih juara I di Lomba Ecodiction Index 2019 di IPB University, Bogor.

Ketiga mahasiswa IPB University itu yakni Holidin dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Akhmad Kusairi dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen dan Rahmat Zuhair dari Departemen Ilmu Ekonomi.

Mereka mendesain kostum yang diberi nama Keindahan Ekologi dengan Aksi Nyata (Kodeta). Kodeta dirancang sebagai upaya mengelola atau mendaur ulang barang bekas sebaik mungkin, sehingga dapat menciptakan keindahan lingkungan, bahkan dapat bernilai jual.

 Desainer Muda

Foto: Biro Komunikasi IPB

“ Kostum yang kami rancang menggambarkan keindahan lingkungan alam yang diaplikasikan ke dalam fashion yang tetap kekinian, stylish, dan ramah lingkungan,” tutur Holidin sebagai Ketua Tim di keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 12 November 2019.

1 dari 5 halaman

Inspirasi Kodeta

Ide membuat Kodeta muncul karena keresahan terhadap perilaku manusia yang kebanyakan masih tidak sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Masih banyak orang yang tidak memanfaatkan plastik bekas serta minimnya pengetahuan dan keahlian dalam mendaur ulang sampah.

Sebagai tim yang terdiri dari anggota laki-laki, mereka sedikit terkendala dalam masalah mendesain pakaian.

Mereka membutuhkan banyak sampah plastik, memilih yang terbaik dan cocok dengan desain yang diinginkan.

“ Kami berharap dengan adanya karya ini, kita pun semakin peduli terhadap lingkungan dan berusaha mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Berawal dari hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya karena itu mempunyai pengaruh yang besar terhadap lingkungan,” ujarnya.

2 dari 5 halaman

Memukau dalam Balutan Busana Limbah

Dream - Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menggelar 'Road to Event Fashion Rhapsody: Harmoni' di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 1-3 November 2019.

Acara ini merupakan tahap menuju puncak acara di Februari 2020 mendatang. Fashion Rhapsody merupakan sebuah ide yang muncul, karena adanya isu lingkungan yang ditimbulkan oleh industri mode sebagai penyumbang limbah terbanyak di dunia.

Ide ini berkembang menjadi sebuah keinginan untuk meningkatkan aksi kesadaran demi menciptakan harmoni antara manusia dan bumi agar saling menjaga.

Desainer dituntut berkarya dengan memanfaatkan limbah mode seperti kain perca, plastik dan sampah tekstil lainnya.

  Road to Event Fashion Rhapsody: Harmoni

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Bumi ini kan sebagai tempat di mana kita mengumpulkan inspirasi. Maka itu kita harus lebih peduli dengan bumi. Ayo bergandengan tangan untuk menyelamatkan bumi lewat fashion industry," ujar Ariy Arka, Founder dan Desainer Fashion Rhapsody di Jakarta, Jumat 1 November 2019.

3 dari 5 halaman

Ada 56 Desainer

Ariy bekerjasama dengan tiga founder lain, yaitu Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara dan Yulia Fandy untuk menggandeng puluhan desainer dalam meramaikan Fashion Rhapsody 2020 mendatang.

" Nanti ada 56 desainer, insyaallah akan bertambah," imbuhnya.

  Road to Event Fashion Rhapsody: Harmoni

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Selain Ariy dan ketiga founder, beberapa desainer memeriahkan acara dengan fashion trunk show. Mereka adalah Qonita Batik, Ayu Lestari, ONH Atelier dan Kursein Karzai.

Sahabat Dream juga bisa berburu fashion item muslimah di bazaar, menyaksikan talkshow serta artist performance selama tiga hari mendatang.

4 dari 5 halaman

Kain Printing Bikin Koleksi Modest Wear Keren Out of The Box

Dream - Kemudahan yang disebabkan perkembangan teknologi dapat dirasakan di berbagai bidang, salah satunya fashion.

Nah, Sahabat Dream bisa membuat baju dengan desain tertentu dan dicetak menggunakan printer. Seperti yang dilakukan merek fashion lokal @kainprinting.

  @kainprinting

Foto: Deki Prayoga/Dream

" Kami membuat 13 desain hijab yang dicetak dengan bahan voal, terry, scuba dan bulu domba. Terinspirasi dari staff laboratorium, yang suka pakai jubah, jas dan masker. Tapi kita mau sesuatu yang beda," tutur Firman Nurimansyah, Lead Designer @kainprinting di JFW 2020, Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat 25 Oktober 2019.

  @kainprinting

Foto: Deki Prayoga/Dream

5 dari 5 halaman

Bukanlah Perkara Mudah

Pada koleksi yang ditampilkan di hari keempat Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 ini, mereka membuat koleksi out of the box dan lebih fashionable daripada materi fashion print di pasaran.

" Kita lihat kebanyakan printing biasanya kaos jersey. Kita kembangkan sweater. Dari basic jadi lebih fashionable" .

  @kainprinting

Foto: Deki Prayoga/Dream

Proses membuat fashion print bukanlah perkara mudah. Meski memiliki kelebihan dari segi color matching, namun @kainprinting masih mengalami tantangan.

" Gimana gradasinya nggak norak, memadukan banyak warna nggak norak. Tapi HP Stitch S Series ini, 16, 32 warna bisa. Sampai jutaan warna bisa," katanya.

   @kainprinting

Foto: Deki Prayoga/Dream

Karya yang ditampilkan kali ini merupakan koleksi modest, agar bisa memenuhi kebutuhan wanita berhijab memiliki pakaian dengan desain impian dalam waktu singkat.

" Kami ingin fokus di industri muslim fashion Indonesia karena pasarnya besar. Dan kami sangat mendukung 'pemain' seperti Pak Firman," kata Andi Hidayat, Sales Development Manager HP Indonesia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone