Torero, Batik Matador Parang Kencana

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 25 September 2018 15:41
Torero, Batik Matador Parang Kencana
Batik terlihat elegan dalam gaya pria khas Spanyol.

Dream - Batik rupanya tak melulu keren dalam tampilan monoton semacam kemeja maupun gaun. Batik tetap terlihat menarik dipadu dengan gaya apapun, termasuk style khas Eropa.

Inovasi ini dihadirkan Parang Kencana. Brand batik kenamaan Indonesia memadukan batik dengan beberapa fashion style matador khas Spanyol dalam koleksinya bertajuk 'Torero'.

" Torero adalah semua hal yang berkaitan dengan tradisi matador. Lewat koleksi ini, millenial bisa tahu kalau batik itu keren dipakai setiap saat," ujar Sales & Marketing Director Parang Kencana, Meity Sutandi, diMen`s Fashion Week, Plaza Indonesia, Jakarta. Senin kemarin.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Ada 30 koleksi dengan campuran gaya matador. Ini menunjukkan batik bisa menyatu dengan tradisi manapun.

" Matador itu tradisi yang selalu ada. Harusnya, batik pun harus selalu ada seperti tradisi ini," kata Meity.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Parang Kencana menggunakan teknik cap untuk memadukan batik dengan motif khas Eropa. Teknik ini mempermudah proses pembuatan pakaian dan lebih terjangkau.

" Kalau teknik batik tulis pasti lebih lama dan mahal sekali. Saya mau koleksi ini tetap bisa keren, tapi tidak harus mahal supaya millenial tertarik," tutur Meity.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Torero didominasi warna merah, biru, mocha, putih, hitan dan navy. Koleksi ini dibuat dengan bahan velvet, viscose dan corduroy untuk menimbulkan kesan mewah.

" Inspirasinya datang dari kostum bullfighter yang cenderung fitted, seperti kemeja slimfit, celana high-waisted, vest, cape dan crop top blazer," tutup Meity. (ism)

1 dari 1 halaman

Alleira Suguhkan `Batik Now`, Oversized yang Kekinian

Dream - Kesan formal pada batik mungkin saat kuat melekat hingga saat ini. Padahal, batik sebenarnya juga bisa hadir dalam tampilan yang lebih kekinian.

Ide ini coba ditawarkan oleh Alleira Batik. Berkolaborasi dengan desainer Malaysia, Michael Ong, brand batik ini meluncurkan koleksi ready-to-wear dengan tema 'Batik Now'.

" Zaman sekarang anak muda suka yang oversized. Jadi, saya buat dengan motif batik, menunjukkan kalau motif ini juga bisa dijadikan sweater, cardigan maupun winter wear," ujar sang desainer, Michael Ong di acara Men`s Fashion Week 2018, Plaza Indonesia, Jakarta, Senin malam, 24 September 2018. 

Alleira Batik© dream.co.id

Ada 24 koleksi yang merupakan paduan batik dengan street wear khas Alleira Batik. Seluruh koleksi ini disiapkan selama satu tahun.

Alleira Batik© dream.co.id

Koleksi ini didominasi warna marun, hijau emerald, biru denim, hitam, putih, orange dan nude. Seluruhnya dibuat mengunakan bahan katun, sutra, denim spandex, velvet, scuba, serta corduray.

" Kami memproduksi batik handmade. Satu stel bisa terpakai 5-6 meter batik berbahan katun maupun sutra," kata COO Alleira Batik, Zakaria Hamzah.

Alle© dream.co.id

Koleksi Alleira Batik ini menunjukkan alternatif bergaya dengan batik sehingga tidak selalu monoton. Koleksi ini juga merupakan peluang bagi Alleira untuk menggaet pasar generasi kekinian.

" Waktu tahu akan berkolaborasi dengan Michael, kita keluarkan batik tradisional. Sedangkan dia dengan gaya sports street wear. Jadi, kami pun dapat market baru," kata Zakaria.

Beri Komentar