(Foto: Stephanie Kurlow)
Dream - Tarian ballet identik dengan busana rok tutu yang cantik dan anggun. Sayangnya, busananya yang terlalu terbuka membuat para hijaber tidak bisa mencobanya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi gadis ini.
Stephanie Kurlow, seorang gadis berusia 15 tahun menjadi seorang ballerina pertama yang mengenakan hijab. Dia telah mencintai ballet sejak usia dua tahun, hobi tersebut dianggap menjadi perjalanan yang tak mudah ketika ia mulai masuk Islam di tahun 2010.
Saat itu, ia mulai berhenti menari karena kesulitan mencari sekolah menari untuk wanita muslim.

Tak mau menyerah, ia menggalang donasi untuk mengumpulkan dana kursus privat. Aksinya tersebut membuatnya dilirik oleh Björn Borg, sebuah brand retail olahraga yang kemudian memberikannya beasiswa.
Dilansir Emirateswoman, Stephanie tampil anggun dalam balutan busana ballet tertutup. Dengan menggunakan hijab, baju lengan panjang dan rok tutu panjang, ia menari dengan gemulai di panggung.

Beberapa orang mengatakan bahwa Stephanie tidak layak berada di dunia ballet. Mereka bilang, ia tidak bisa berekspresi dengan mengenakan busana tertutup. Namun, gadis itu dengan percaya diri menyanggahnya.
" Hijab adalah wujud ekspresiku terhadap rasa cinta kepada Sang Pencipta. Hijab memang menutupi tubuhku, tapi tidak menutupi hati, bakat dan pikiranku," tuturnya.

Kedepannya, ia ingin membuat sebuah sekolah seni pertunjukan yang dapat menaungi orang dari berbagai macam agama, ras dan latar belakang.
" Aku ingin menginspirasi agar orang lain bangga dengan identitas mereka tanpa perlu kompromi mengenai agama dan kepercaan," ia menambahkan.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)