Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Karyawan Yang Keletihan Karena Lembur. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebuah perusahaan Jepang punya cara unik untuk mendorong karyawannya pulang tepat waktu. Mereka menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk “ mengusir” karyawan yang enggan meninggalkan kantor.
Dikutip dari Independent, Selasa 12 Desember 2017, drone ini akan melayang-layang di meja karyawan yang ogah pulang. Selain itu, pesawat ini akan menyetel lagu dengan lagu Auld Lang Syne yang biasa digunakan oleh pertokoan di Jepang sebagai peringatan mereka siap-siap tutup.
Perusahaan yang menggunakan cara nyentrik ini adalah Tasei, perusahaan konstruksi Jepang. Drone yang digunakan untuk mencegah karyawan lembur, diberi nama T-Friend.
Drone otomatis ini diproduksi oleh Blue Innovation dan perusahaan telekomunikasi NTT East. Tasei akan “ mempekerjakan” drone ini untuk berpatroli di kantor per April tahun depan.
“ T-Frien tak hanya memperkuat keamanan kantor ketika malam hari, tetapi juga mendorong karyawan pulang tepat waktu,” tulis perusahaan.
Tasei mengatakan patroli dengan pesawat nirawak ini tak hanya mendorong kebiasaan kerja yang sehat, tetapi juga memperkuat sistem keamanan internal.
Namun, penggunaan pesawat nirawak ini dikritisi oleh sejumlah pakar di Jepang. Mereka meragukan kemampuan drone untuk mencegah karyawan lembur.
Profesior sosiologi di Osaka University, Scott North, mengatakan drone memang bisa mendorong karyawan pulang cepat. Tetapi, karyawan itu akan mengerjakan pekerjaannya sebagai PR jika belum selesai.
“ Untuk memangkas jam lembur, perusahaan perlu mengurangi beban kerja, seperti tugas-tugas yang tak perlu kompetisi kerja yang biasa dilakukan perusahaan,” kata North. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya