Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banjir Jakarta | Foto: Dok. BMKG
DREAM.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di wilayah Ibu Kota terendam banjir pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Menurut data resmi BPBD, total wilayah terdampak mencapai 0,14 km² dari luas DKI Jakarta yang mencapai 661,5 km². Meskipun angka ini tergolong kecil secara persentase, sejumlah kawasan di Jakarta Timur tercatat mengalami genangan cukup tinggi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah hulu dan tengah Jakarta sejak Senin malam.
Sebagian besar wilayah yang terendam berada di Kecamatan Jatinegara dan Kramat Jati. Berdasarkan data BPBD, Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina menjadi titik dengan genangan tertinggi, yakni mencapai 100 sentimeter.
Rincian wilayah terdampak adalah sebagai berikut:
Bidara Cina: RT 005/RW 007, RT 006/RW 011, RT 012/RW 003, RT 012/RW 011 (genangan 80–100 cm)
Kampung Melayu: RT 010/RW 005, RT 013/RW 004, RT 012/RW 004, RT 011/RW 005 (genangan 100 cm)
Cawang: RT 015/RW 003, RT 002/RW 003, RT 004/RW 003, RT 011/RW 005, RT 009/RW 005 (genangan 45 cm)
Cililitan: RT 001/RW 006, RT 004/RW 006 (genangan 60 cm)
BPBD menyebut, genangan disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung yang melintasi kawasan tersebut setelah debit air meningkat akibat curah hujan tinggi.
Pemantauan pada sejumlah pintu air utama juga menunjukkan sebagian berada dalam status siaga.
Pintu Air Cengkareng Drain tercatat dengan ketinggian air 255 cm (Siaga 3).
Pintu Air Sunter Hulu mencapai 141 cm (Siaga 3).
Pompa Pasar Ikan mencatat ketinggian air 212 cm (Siaga 2).
Sementara itu, pintu air lain seperti Manggarai, Karet, dan Marina Ancol berada dalam kondisi normal.
Sebelumnya, BMKG telah memperingatkan bahwa wilayah Jabodetabek mulai memasuki periode awal musim hujan 2025/2026.
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menjelaskan bahwa peningkatan frekuensi hujan deras dan cuaca ekstrem menjadi salah satu dampak nyata perubahan iklim global. Kondisi ini, kata dia, berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, termasuk wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jakarta.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Warga juga diingatkan untuk segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 apabila membutuhkan bantuan atau evakuasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam