Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pertandingan Sepakbola Timnas Indonesia | Foto: Dok. PSSI
DREAM.CO.ID - FIFA kembali merilis pembaruan peringkat dunia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Berdasarkan data, posisi Tim Nasional Indonesia mengalami penurunan dan kini menempati peringkat ke-122 dengan total poin 1.144,73.
Sebelumnya, Indonesia berada di posisi ke-119 dengan perolehan 1.157,94 poin. Artinya, skuad Garuda kehilangan sekitar 13,21 poin dalam pembaruan kali ini.
Penurunan ini berkaitan langsung dengan hasil dua laga terakhir Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan.
Pada 9 Oktober 2025, Indonesia kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi. Empat hari kemudian, pasukan garuda kembali menelan kekalahan 0-1 dari Irak. Dua hasil tersebut berdampak signifikan terhadap akumulasi poin di sistem ranking FIFA yang sangat bergantung pada hasil pertandingan internasional, tingkat lawan, serta pentingnya kompetisi.
Dua kekalahan tersebut membuat Indonesia kehilangan poin cukup besar karena menghadapi lawan dengan ranking yang jauh lebih tinggi. Meskipun bermain baik di beberapa laga sebelumnya, hasil negatif ini tetap menekan posisi Garuda di klasemen dunia.
Dalam daftar peringkat terbaru, Indonesia berada di antara dua negara dengan selisih poin yang tipis. Sierra Leone menempati posisi ke-121 dengan 1.149,10 poin, sementara Azerbaijan berada di bawah Indonesia di peringkat ke-123 dengan 1.142,25 poin.

Posisi Indonesia sebelumnya cukup stabil di kisaran 118-120 dunia sepanjang pertengahan 2025. Bahkan, pada 10 September 2025, Indonesia sempat mengoleksi 1.157,98 poin dan menduduki peringkat ke-119. Namun, setelah dua kekalahan beruntun di kualifikasi, Indonesia turun tiga tingkat.
Jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, posisi Indonesia masih tertinggal dari beberapa rival regional. Thailand saat ini berada di peringkat 96 dunia, disusul Vietnam di posisi 111. Malaysia menempati peringkat 118 yang tidak terlalu jauh dari Indonesia. Sementara itu, Filipina berada di urutan 141, cukup tertinggal dari negara-negara lain di kawasan.
Posisi ini menunjukkan bahwa persaingan di kawasan Asia Tenggara cukup ketat. Setiap hasil pertandingan di level internasional, terutama di kualifikasi, bisa mengubah posisi antarnegara secara cepat.
Penurunan ranking ini bukan sekadar soal gengsi. Peringkat FIFA menjadi acuan penting dalam penentuan seedings atau pembagian grup di berbagai turnamen internasional. Semakin rendah peringkatnya, semakin besar kemungkinan Indonesia menghadapi lawan kuat di fase awal kompetisi.
Namun, hasil ini juga perlu dilihat sebagai bagian dari proses panjang pembangunan tim. Indonesia berhasil melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski belum mampu mencatat kemenangan, kehadiran di level kompetisi ini menunjukkan progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski sudah menyelesaikan babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA lewat serangkaian laga uji coba internasional. Kemenangan atas tim-tim berperingkat lebih tinggi akan memberi tambahan poin yang berarti bagi peringkat Garuda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya