Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dua pekerja medis Amerika Serikat diduga terinfeksi penyakit sindrom pernafasan akut asal Timur Tengah (MERS). Virus yang belum ditemukan penangkalnya itu masuk Amerika melalui orang-orang yang bekerja sebagai pekerja medis di Arab Saudi.
" Salah satu pekerja medis mulai menunjukkan gejala setelah 72 jam berinteraksi dengan pasien MERS, tapi hanya menjalani rawat jalan," kata Antonio Crespo, dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Dr P Phillips, Florida, seperti dilansir Arabnews.com
Ada dua pasien yang terindikasi memiliki gejala mirip MERS. Selain satu pasien yang rawat jalan, masih ada satu orang lainnya yang harus menjalani rawat inap. Pasien yang juga pekerja medis itu menunjukkan gejalanya 24 jam setelah berinteraksi dengan pasien MERS. " Kami masih menunggu hasil dari pengujian yang dilakukan," kata Crespo.
Dua pekerja medis itu termasuk dalam 20 petugas di wilayah Orlando yang mungkin tertular pasien MERS. Kini semuanya tengah menjalani pengujian. Mereka sudah diberitahu dan diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bekerja selama 14 hari.
Mereka juga dianjurkan untuk memantau suhu badan serta memeriksa kemungkinan mengalami gejala-gejala sakit pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan dan demam. Lima pekerja medis mungkin berisiko tertular MERS dan telah diidentifikasi di Orlando Regional Medical Center. Sementara 15 sisanya yang menunjukkan gejala flu kini dirawat di RS Dr P Phillips.
Mereka semua telah dievaluasi untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala terjangkit MERS. Sampel pun sudah dikirim ke laboratorium negara untuk pengujian. Pada hari ke-14, mereka akan dipanggil kembali untuk pengujian lebih lanjut. Jika dinyatakan bersih secara klinis, mereka dapat kembali bekerja. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya